kabartuban.com – Guna melestarikan budaya batik di Tuban, Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menggelar pameran batik cap dengan pewarna alam. Kegiatan yang diselenggarakan di depan Gedung Rektorat tersebut dalam rangka wisuda ke XIII dan Dies Natalis ke X Unirow Tuban.
Kegitaan yang rencananya akan digelar selama satu minggu tersebut adalah bentuk kerjasama dengan Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) tuban yang menggandeng PT Semen Indonesia.
Dalam sambutannya, Supiana Dian Nurtjahyani menyatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan para mahasiswa bisa melestarikan budaya batik dengan mengikuti pelatihan membatik yang akan digelar melalui workshop.
“Jadi setelah ini baik mahasiswa maupun dosen bisa mengikuti workshop dan nantinya bisa membuat corak batik yang bisa dipatenkan dan hasikan bisa dipertimbangkan dikancah nasional maupun internasional,” ungkapnya kepada kabartuban.com, Senin (21/11/2016).
Dian sapaan akarabnya melanjutkan, selain sebagai bentuk melestarikan budaya batik, diharapkan kegiatan tersebut bisa membantu dalam mendorong pembangunan di Tuban melalui hasil karya yang nyata dalam menghadapi persaingan pasar bebas yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Sementara itu, Nunuk Fauziyah, selaku Direktur KPR Tuban menyatakan, batik yang dipamerkan tersebut adalah batik cap asli karya anak tuban yang tergabung dalam komunitas batik yang ada di Wilayah Kecamatan Kerek.
“Kegiatan ini adalah sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, mengingat pekerjaan mebatik sudah mulai langka diminati,” ungkapnya.
Nunuk menambahkan, kedepannya diharapkan kegiatan ini para mahasiswa bisa menjadi agen untuk menyalurkan ilmunya ke masyarakat agar para masyarakat khususnya d Tuban bisa berkarya dan mencintai produk Tuban.
Diketahui, hadir dalam acara tersebut adalah Ketua DPRD Tuban, Kepala Disperpar Tuban, Kepala Bapemas Tuban, perwakilan dari PT SI, ketua yayasan Unirow Tuban dan seluruh civitas akademika. (Har)
