kabartuban.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Cabang Tuban melakukan unjuk rasa di bundaran Patung Letda Sucipto, depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban.
Mereka melakukan aksi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2018.
Koordinator lapangan Indarayani Abd. Razak mengatakan, dengan adanya liberalisasi pendidikan telah berubah menjadi komoditi yang diperjual-belikan. Ironisnya, kata dia, hal tersebut menyebabkan hak kaum miskin terhadap pendidikan, sebagaimana dijamin Konstitusi, dikesampingkan.
“Pendidikan sekarang ini hanya melahirkan kesenjangan. Pendidikan hanya diakses oleh mereka yang berduit. Sementara mereka yang miskin sulit mengakses pendidikan yang berkualitas,” teriak Razak dalam orasinya.
Pihaknya menjelaskan, salah satu penyebab hilangnya akses kaum miskin terhadap pendidikan adalah praktek neoliberalisme yang sedang merambah dunia pendidikan.
“Seharusnya penyelanggaran pendidikan di negara kita mengacu pada Pancasila dan UUD 1945,” tambahnya.
Selain menuntut terkait hal tersebut, pihaknya dengan masa aksi lainnya juga menginginkan terwujudnya pendidikan gratis, demokratis dan berkualitas di Bumi Wali, serta bisa mewujudkan pemerataan infrastruktur pendidikan secara Nasional.
Dalam aksi tersebut , massa yang ditemui Kabag Humas Sekretariat DPRD Tuban, Sri Hidajati menjelaskan seluruh anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja di daerah Tuban, dan akan melaporkan apa yang menjadi aspirasi dari mahasiswa.
“Ketua maupun anggota dan yang membidangi terkait pendidikan sedang melakuakn kunjungan di sekitar Tuban,” sambungnya.
Karena tidak puas dengan penyataan Humas Sekretariat, mereka menyisir ke dalam gedung depan, untuk mengecek keberadaan para anggota legislatif wilayah Tuban ini dan tidak ditemukan satu pun anggota dewan yang berada di dalam gedung.
Setelah puas melakukan aksinya, masa membubarkan diri. Namun, sebelum keluar gerbang, anggota Komisi D datang dan langsung disempari untuk di minta penjelasan dan menginginkan aspiarsinya disampaikan pada ketua dan komisi yang membidanginya.
“Kita berjanji akan melaporkan ketua dewan dari tuntutannya, dan meminta Komisi C untuk menindak lanjuti dari aksi mahasiswa kali ini,” terang Ketua Komisi D, Imam Khudori. (dur)
