Manfaatkan Limbah Menjadi Media Tanam Jamur Bernilai Rupiah

1

kabartuban.com – Tumbuh kembang jamur yang relatif cepat bisa menjadi sarana alternatif dalam berwirausaha, apalagi mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa sangat menyukai makanan olahan dari jamur. Selain kaya akan manfaat, budidaya jamur ini pun tidak terlalu sulit, apalagi jika dalam pengelolaan jamur ini tepat. Maka nilai ekonomis yang didapatkan pun cukup lumayan.

Salah satunya adalah Suryadi (24) warga desa Genaharjo, Semanding, Tuban yang memulai usaha budidaya jamur tiram putih di rumahnya. Berawal dari melihat terlalu banyak limbah dari gergaji yang tidak dimanfaatkan dan juga bermodalkan browsing di internet, Suryadi mengetahui bahwa limbah gergaji bisa digunakan menjadi media tanam jamur tiram (Baglog). Rabu (22/09/2021)

“Dulu sebelum saya memulai usaha budidaya jamur tiram putih, sempat berpikir karna terlalu banyak limbah serbuk gergaji di daerah saya, akhirnya browsing di internet ternyata disitu bisa dibuat media tanam jamur (Baglog),” terangnya.

Setiap harinya pemuda 24 tahun ini bisa menghasilkan rata-rata 2kg setiap panen, selanjutnya di tahun 2018 mempunyai 1500 Baglog yang memiliki rata-rata panen sekitar 6kg. Hingga sekarang total media tanam jamur yang dimilikinya adalah 6000 (Baglog).

Saat dimasa pandemi seperti ini usahanya tidak terlalu terdampak, karena selama masih ada pengepul jamur dan banyaknya Baglog maka penghasilan yang didapatkan akan meningkat. Bahkan dampak selama pandemi Covid-19 penghasilan hanya turun beberapa persen saja.

“Selama masih ada pengepul jamur dan banyaknya baglog insyaallah selalu meningkat untuk penghasilan, bahkan ketika pandemi Covid-19 ini mungkin tidak terlalu terdampak. Hanya saja turun beberapa persen saja,” tambahnya.

Jamur tiram putih hasil budidayanya kini dijual melalui pengepul jamur, selain itu kepada pembeli yang langsung ingin mengolah menjadi camilan yang bisa dijual kembali, dan kepada pedagang di pasar.

“Kalo pemasaran ada yang masuk pengepul, ada yang langsung dijadikan olahan jamur krispi, dan ada yang masuk ke bakul pasar langsung,” ucap pemuda 24 tahun ini. (hin/dil)