Kabartuban.com – Pengajian kebangsaan bertempat di Pendopo Krido Manunggal, menjadi kegiatan pamungkas dari rangkaian Hari Jadi Tuban (HJT) ke 725. Ribuan masyarakat Bumi Wali hadir dalam kegiatan ingin mendengarkan ceramah dari K.H. Ahmad Muwafiq dari Yogyakarta, (20/12/2018).
Bupati Tuban, H Fathul Huda dalam sambutannya mengatakan, Negara Indonesia diciptakanTuhan dengan berbagai macam bentuk keragaman. Mulai Suku, Ras, Budaya, Bahasa, Agama dan ratusan ribu pulau. Maka dengan kegiatan ini bermaksud, memberikan kembali pemahaman tentang begitu keberagaman yang bisa disatukan dengan tujuan bersama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Nanti kami minta, Gua Muwafiq bisa menjelaskan tentang keberagaman yang perlu dijaga dan di Persatukan,” ujar H. Fathul Huda dalama sambutannya.
Setelah sambutan, orang nomor satu di Tuban, tibalah waktunya, K.H. Ahmad Muwafiq , Dai kondang lintas Negara ini diberikan kesempatan untuk memaparkan, bahwa Manusia memang diciptakan dari jenis laki-laki dan perempuan, berbagai bangsa dan suku-suku untuk saling mengenakan satu sama lain.
“Islam sudah mengajarkan kita jauh hari, kita itu diciptakan dengan berbagai keberagaman, maka jangan heran dengan hal itu, yang endingnya, adalah saling memahami,” tambahnya.
Selain itu, kalau ada perbedaan janganlah mudah untuk menyalahkan satu dengan yang lainnya, karena itu sebuah nikmat yang terkira dianugrahkan Allah untuk umat manusia untuk saling toleransi.
“Begitu indahnya Islam mengajarkan toleransi, “katanya.
Tak terasa tiga jam, pria yang juga alumni aktivis PMII Jogjakarta ini memberikan mauidlotul hasanah, dan akhirnya di tutup dengan warisan Nabi yang turun temurum ke Ulama hingga sekarang harus dijaga dengan wujud Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Didalam kegiatan tersebut, juga diberikan santunan kepada 20 anak yatim piatu dari Badan Amil Zakat dan shodaqoh Nasional (Baznas) Kabupaten Tuban. (Dur/Rul)
