Pemkab Gandeng SI Buat 200 Ribu Lubang Biopori

255

bioporikabartuban.com – Pemerintah Kabupaten Tuban mengandeng PT Semen Indonesia (SI), meluncurkan program gerakan pembuatan 200 ribu lubang Biopori, sebagai salah satu solusi penyerapan air. Hal ini sangat diperlukan mengingat musim hujan yang kian meningkat intensitasnya.

Peluncuran program penyelamat lingkungan tersebut, dilaksanakan secara simbolis oleh Bupati Tuban Fathul Huda, bersama jajaran petinggi PT Semen Indonesia di Alun-alun kota Tuban. Rabu (17/12/14).

Program pembuatan lubang Biopori yang digagas oleh Semen Indonesia tersebut, telah dimulai dengan pembuatan 10 ribu Biopori, yang rencananya akan dilakukan di beberapa Kelurahan yang ada di Kabupaten Tuban.

Dalam tahap awal, sebanyak 600 unit lubang serapan air Biopori, akan disebar di beberapa kelurahan, yang masing-masing mendapat 100 unit Biopori. Diantaranya adalah Kelurahan Sedangharjo, Baturetno, Sidorejo, Latsari, dan Perbon.

Selain disebar di beberapa kelurahan, rencananya PT Semen Indonesia dan Pemerintah Kabupaten, akan menanam Biopori di Alun-alun, lingkungan Pemkab, Taman Kota dan juga halaman kantor pusat Semen Gersik, masing-masing 25 unit Biopori.

“Program ini merupakan pionir untuk menindaklanjuti apa yang telah menjadi rencana Pemerintah Kabupaten Tuban, melalui program ini semoga mampu menyerap air hujan lebih cepat masuk ke tanah, dan menjadi salah satu antisipasi penanggulangan bencana banjir. Selain itu, program ini juga dianggap mampu meningkatkan ketersediaan air tanah,” ungkap Direktur Utama PT Semen Gersik, Sunardi Prionomurti, dalam sambutannya

Di lain pihak Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, Budi Wiyana mengungkapkan Apresiasi yang patut diberikan kepada PT Semen Indonesia, dimana telah mendukung program pembuatan 200 ribu lubang Biopori yang dicanangkan Pemkab, serta menyumbang pembuatan 10 ribu Biopori.

“PT Semen Indonesia telah menjadi pionir, menunjukan dukungannya dengan menyumbang 10 ribu Biopori dari 200 ribu Biopori yang direncanakan, sedangkan untuk kekurangannya akan kita alokasikan dari dana APBD Kabupaten,” tutur Budi.

“Selain dari dana APBD, diharapkan juga perusahaan – perusahaan yang ada di Tuban memberikan sumbangsih dengan membantu pembuatan Biopori, yang ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2016 mendatang,” pungkas Budi Wiyana. (pul/im).