kabartuban.com – Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Timur, meminta semua pengulu dan petugas pencatat nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kementerian Agama (Kemanag) lebih berhati-hati dalam melakukan pencatatan nikah.
Hal ini disampikan Ketua APRI Jawa Timur, Drs. Syamsu Thohari, M.Si dalam Musyawarah Cabang (Muscab II) APRI Cabang Tuban tadi (25/10/2017) di Guest House Asmoroqondi Kecamatan Palang Tuban.
Kasus ditemukanya pernikahan sesama jenis di Kabupaten Jember antara Ayu Puji Astutik dan suaminya, Muhammad Fadholi sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian setempat, karena diduga dengan sengaja mamalsukan dokumen pasangan calon pengantin (Catin).
“Kami meminta semua teman-teman penghulu di Jawa Timur lebih lebih selektif dan berhati-hati. Kasus di Jember mari kita jadikan pelajaran bersama,” kata Syamsu Thohari.
Alumni Universitas Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini juga menyatakan, bahwa pelaku kejahatan atau modus kejahatan saat ini semakin cangih, oleh peningkatan sumberdaya manusia (SDM) dalam teknologi informasi perlu dimiliki oleh para petugas pencatat nikah atau penghulu.
“Oleh karena itu, pelayanan administrasi di KUA bisa di laksanakan dengan cepat, tepat dan jeli dengan memanfaatkan tehnologi saat ini. Selain itu kami berharap Tuban menjadi pelopor di Jawa Timur,” terang Syamsu.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Tuban Drs. Sahid, MM yang juga selaku pembina APRI Kabupaten Tuban meminta agar semua Aparatur Sipil Negara (ASN) terutama APRI yg ada di Kankemenag Kabupaten Tuban bekerja sesuai tupoksi dan regulasinya yang di atur dalam PMA No 34 Tahun 2007 tentang pelayanan KUA.
“Selain itu harus membangun komunikasi dengan leading sektor dan instansi yang ada di daerah masing-masing,” pesan Kakankemenag Kabupaten Tuban.
Terkait dengan Muscab II APRI Kabupaten Tuban, pria asal Kabupaten Gresik ini meminta agar dilaksanakan dengan profesional serta sesuai kompetensinya.
“Tugas utama KUA memberikan dan melaksanakan pelayanan di wilayahnya masing-masing termasuk pelayanan nikah rujuk, keluarga sakinah, kemasjidan, zakat dan wakaf, serta pelayanan bimbingan manasik haji, itu yang terpenting dan tidak hanya Muscab,” pesan Drs. Sahid, MM.
Untuk diketahui, dalam Kegiatan Muscab II APRI Cabang Tuban yang di ikuti oleh seluruh Kepala KUA dan penghulu se Kababupaten Tuban atau sekitar 42 orang dan tepilih Nur Puat, S.Ag Kepala KUA Kecamatan Singahan sebagai ketua APRI Cabang Tuban tiga tahun kedepan (2017-2020) dengan meraih 18 suara dukungan mengantikan Fatkhur Rohman, Kepala KUA Kecamatan Semanding.
Kandidat lain yang harus rela dan meraih suara dukungan lebih sedikit secara berurutan adalah Haris Rihandoko dari KUA Kecamatan Palang, dan selanjutnya Nurul Anas Yakin Kepala KUA Kecamatan Montong. (lai/kh)
