Pewarnaan Batik Gedog Gunakan Nasi Bekas

kabartuban.com – Batik tenun Gedog yang menjadi salah satu ikon Bumi Wali dinilai masih terdapat banyak kendala dalam proses pewarnaannya. Pewarnaan yang selama ini menggunakan nasi bekas atau yang sering disebut dengan kanji justru malah menurunkan kulitas Batik Gedog.

Batik yang berpusat di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, tersebar di Desa Karanglo, Margorejo, Gaji, dan Kedungrejo sempat menjadi perhatian nasional. Sebab, Batik Tenun Gedog merupakan salah satu budaya yang harus terus dilestarikan.

Salah seorang desainer tenun dan juga pengurus Dewan Kerajinan Nasioal (Dekranas) Pusat, Wignyo Rahadi,  menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi keunikan batik tenun Gedog yang dimiliki Kota Tuban. Namun, disayangkan adalah proses pewarnaan masih ditemui menggunakan kanji.

“Kemarin kita menemukan batik yang pewarnaannya menggunakan nasi bekas atau kanji, dan baunya juga tidak nyaman. Ini yang perlu dicarikan solusi,” ungkapnya saat dihubungi kabartuban.com melalui ponselnya, Senin (23/1/2017).

Selain bau yang tidak nyaman, proses pewarnaan yang mengunakan kanji berpengaruh pada hasil akhir yang kaku, sehingga tidak nyaman kalau dipakai bahan dasar pakaian.

“Hasilnya kaku, dan kebanyakan selama ini kan hanya digunakan untuk taplak meja atau bahan interior, sekarang yang akan kita bantu adalah menghilangkan kakunya,” tuturnya.

Setelah kakunya hilang, lanjut laki-laki berkacamata tersebut, hasilnya bisa dikembangkan untuk pembuatan bahan dasar pakaian, sehinga nilai jual dan kualitasnya lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Edi Sukirno menyatakan, pihaknya bersama Dekranas akan melakukan bimbingan dan pendampingan untuk mengembangkan batik tenun Gedog Tuban.

“Kita akan lakukan pendampingan dan bimbingan, mulai dari pewarnaan, alat, dan juga pembatikan. Karena masih banyak pengrajin di Kerek kurang optimal membatiknya. Hasilnya masih banyak yang kasar, dan hasil pintalan benangnya juga masih kurang halus,” tutupnya. (har)

Populer Minggu Ini

Komplotan Begal Motor di Tuban Dibekuk, Satu Pelaku Tewas Akibat Kecelakaan

kabartuban.com - Aksi komplotan begal yang merampas motor yang...

Tuban Vaksinasi Massal 15.000 Hewan Ternak untuk Cegah Penyebaran PMK

kabartuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban mulai menyuntikkan 15.000 dosis...

Digerebek Istri Sah di Hotel Kingking, Diduga Oknum Staf Sekretariat DPRD Lamongan Terjerat Kasus Perzinaan

kabartuban.com - Rasa curiga seorang istri yang tak diabaikan...

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Puasa 1447 H di Tuban Menanti Sidang Isbat

kabartuban.com - Upaya penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di...

Hilal Diprediksi di Bawah Ufuk, Tuban Siapkan Pemantauan di Menara Banyuurip

kabartuban.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Menara Banyuurip...

Artikel Terkait