‘Prepekan’ Budaya Sambut Lebaran

kabartuban.com – Menjelang datangnya Idul Fitri, umat Islam Indonesia menyambut dengan meriah. Keluarga gembira bertemu kembali dengan saudara yang mudik ke rumah. Anak-anak bersuka cita dengan baju barunya.

Bagi warga Desa Sugiharjo Kecamatan Kota  Tuban, menjelang “riyoyo” (lebaran) ada tradisi ‘Pepekan’. Tradisi ibu-ibu pergi ke pasar, belanja makanan dan segala keperluan untuk menyongsong datangnya lebaran. Mulai dari jajan lebaran, baju baru untuk keluarga. Bahkan, tak jarang mereka juga melakukan ritual selamatan kirim doa kepada keluarganya yang telah meninggal dunia.

Waktu ‘Prepekan’ sangat terasa ketika menjelang 7 hari sebelum lebaran. Pasar tradisional Grudo Desa Sugiharjo penuh dengan pembeli. Ibarat kendaraan di jalan raya, situasainya padat merayap. Di dalam pasar semua orang saling berdesakan, senggal-senggol tidak terhindarkan. Namun mereka senang-senang saja, terutama anak-anak kecil yang akan dibelikan baju baru oleh ibunya.

Menurut salah satu pedagang jajana, Sumiatun , ia mendapatkan keuntungan tiga kali lipat dibadingkan dengan hari- hari biasanya. Sehari ia bisa mendapatkan Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per hari.

“Kalau waktu seperti ini, bisa mendapatkan Rp 2,5 sampai Rp3 juta” terangnya kepada Kabartuban.com, Minggu (18/6/2017).

Hal senada juga dirasakan penjual baju dan pakaian di pasar tersebut, Haji Ja’far pendapatan meningkat pesat dibandingkan hari lainnya. Pada hari biasa ia hanya mendapatkan keuntungan 30 persen dari hasil penjualan, namun, beda dirasakan ketika menjelang hari raya, pendapatannya meningkat 300 persen.

“Alhamdulillah ini, bisa untung sampai 300 persen dibandingkan hari-hari biasa” sambungnya.

Sementara itu, salah satu pembeli kue lebaran, Fiyah mengatakan kalau waktu ‘prepekan’ pasti ia berangkat ke pasar untuk sekedar jalan-jalan atau persiapan kue untuk lebaran.

“Ini tadi beli kue, untuk persiapan lebaran mas” katanya.

Kalau anda lewat Pasar Grudo menjelang hari raya, maka pada pagi hari arus kendaraan padat merayap. Prepekan telah menjadi tradisi membawa warga berduyun-duyun ke pasar, walaupun sekadar hanya jalan-jalan. Setelah datang dari pasar, dan menceritakan suasana ramainya pasar kepada teman di rumah, bisa menjadi kebanggan tersendiri.

Tradisi prepekan riyoyo ini bisa diartikan sebagai kesibukan berbelanja untuk menyongsong datangnya Lebaran. Prepekan merupakan kebanggaan, karena pulang dari pasar seakan-akan menjadikan kemantapan dalam menyambut datangnya lebaran. Kira-kira kalau belum ke pasar di hari prepekan, rasanya kurang afdol. (dur)

 

 

Populer Minggu Ini

Bhayangkara Tuban Terguncang, Kapolres Diberhentikan Untuk Menjalani Pemeriksaan Propam

kabartuban.com - Isu dugaan penyimpangan internal yang menyeret Kapolres Tuban,...

SIG Pabrik Tuban Raih Penghargaan Nasional, Hemat 2,8 Juta GJ Energi dan Tekan Emisi CO₂

kabartuban.com - Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)...

Pasca Puting Beliung, BPBD–TNI–Polri Gerak Cepat Bantu Warga Semanding

kabartuban.com - suasana haru masih terasa di Kecamatan Semanding,...

Keputusan FID Kilang Tuban Ditargetkan Bulan Ini, Pemerintah Finalkan Pembahasan dengan Rosneft

kabartuban.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Update Puting Beliung Tuban: BPBD Catat 77 Rumah Terdampak, Tegalagung Paling Parah

kabartuban.com - Data kerusakan akibat angin puting beliung di...

Artikel Terkait