Puting Beliung Ancam Wilayah Tuban Hingga Akhir Bulan

309

kabartuban.com – Musim pancaroba, cuaca ekstrim seperti  hujan deras dengan disertai angin puting beliung, diprediksi bakal melanda wilayah Tuban pada hingga pertengahan bulan November tahun ini.

Hal ini seperti yang disampikan Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiono, dimana berdasarkan  prediksi dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, diprediksi musim pancaroba yang disertai angin putting beliung akan menerjang wilayah Tuban mulai tanggal 15 sampai 30 November mendatang.

‘’Kami meminta kepada semua masyarakat agar lebih waspada,’’ kata Kepala BPBD Kabupaten tuban saat dikonfirmasi (12/11).

Lebih lanjut diterangkan, potensi angin ribut ini bisanya terjadi di wilayah yang suhu permukaannya berbeda, seperti di daerah sekitar lereng bukit atau pegunungan. Pasalnya, angin yang bertiup kencang dari arah barat ini akan menabrak perbukitan atau pegunungan. Sehingga, angin tersebut akan berputar balik dari arah semula dengan membentuk lingkarang.

‘’Berawal dari yang kemudian menjadi puting beliung dan menghantam setiap wilayah yang dilewatinya,’’ kata mantan Camat Widang ini.

Tidak hanya itu, selain mengancam daerah yang berada di sekitar perbukitan dan pegunungan. Angin puting beliung ini, juga berpeluang mengancam wilayah yang sebelumnya pernah dilanda bencana yang sama.

Meski  diprediksi oleh BMKG angin ribut baru mulai mengancam wilayah Tuban pada pertengahan bulan ini. Namun, Joko mengakui kalau  sudah ada puluhan rumah yang sudah diterjang angin puting beliung dalam sepekan terakhir ini.

Berdasarkan catatan dari BPBD Tuban, angin puting beliung sudah menerjang tiga kecamatan, yakni Kecamatan Widang, Rengel, dan Merakurak. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja mengakibatkan sekitar 20 lebih rumah rusak berat dan ringan, serta sejumlah pohon tumbang (selengkapnya pada tabel).

‘’Untuk rumah rusak berat hanya ada dua, yakni satu rumah di Desa Banjararum, Rengel dan satu rumah lagi di Tegalsari, Kecamatan Widang. Sementara yang lainnya hanya rusak ringan, seperti genteng rontok, dan kami juga sudah memberikan bantuan kepada para korban berupa sembako’’ Pungkas Joko. (Kh)