PWI Tuban Gelar Diskusi Publik dan Pameran Lomba Fotografi

kabartuban.com – Diskusi Publik dan Pameran Lomba Fotografi menjadi puncak gelaran Hari Pers Nasional (HPN) ke 72 yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban, bertempat di Pendopo Kridha Panunggal, Kamis (15/2/2018), sekira pukul 09.00 WIB.

Diskusi bertemakan “Pers sebagai pemersatu bangsa” ini dihadiri jajaran Forkopimda, Organisasi Kepemudaan, Insan Pers, dan para pelajar.

Turut hadir sebagai pemateri, Wakil Bupati Tuban, Sekretaris PWI Jatim, dan Dewan Pers yang dihadiri Sabam Leo Batubara.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Tuban, Pipit Wibawanto menyampaikan, keberadaan Pers saat ini jauh dari semestinya pada prakteknya. Kebebasan justru disalah gunakan oleh oknum yang mengaku wartawan. Mereka gunakan pers untuk tujuan kepentingan pribadi.

“Ada yang memeras baik secara pribadi maupun kelompok, itu juga terjadi di Tuban. Banyak laporan sudah masuk ke kami,” jelas wartawan MNC itu.

Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si mengatakan, peran pers di era demokrasi ini sangat diperlukan guna mencerdaskan masyarakat. Jangan sampai masyarakat selalu mendapat pemberitaan yang tidak benar, apalagi tidak berimbang.

“Di hari pers ini mari kita kaji secara hakiki, bagaimana peran pers itu sendiri,” terang Wabup.

Sementara itu, Sekretaris PWI Jatim, Eko Pamuji menyatakan, peran pers secara hakiki adalah kontrol terhadap pemerintahan. Pers harus mencerdaskan, dan jangan sampai memberitakan hal yang tidak benar.

“Wartawan harus bisa membedakan apa itu pers, dan apa itu sosmed. Sosmed bukan produk jurnalistik, itu yang harus diketahui,” paparnya.

Terakhir, Leo Batubara menegaskan, pers jangan sampai menjadi alat hasut. Alat yang disengaja untuk menimbulkan kegaduhan dalam negeri.

Sebab, Leo yang juga sebagai tokoh pers nasional itu juga mencontohkan produk pers yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan seseorang dengan tujuan tertentu.

“Kita masih ingat, saat akan Pilpres Jokowi diserang isu sebagai cina, PKI, padahal itu tidak benar. Oleh karena itu seseorang harus bisa mencermati berita yang benar dan yang salah. Satu lagi, Pers jangan digunakan untuk memeras pihak-pihak tertentu,” pungkas mantan wakil ketua Dewan Pers tersebut. (Dur)

Populer Minggu Ini

Upaya Pencurian Kimsin Dewa Kwan Kong di Klenteng Kwan Sing Bio Digagalkan Pengelola

kabartuban.com - Aksi pengambilan patung suci (kimsin) Dewa Kwan...

Polres Tuban Berikan Bantuan Usaha Hingga Akses Pengobatan untuk Warga Disabilitas

kabartuban.com – Kepedulian terhadap kelompok rentan kembali ditunjukkan jajaran...

Sidak DPRD–Diskopumdag Temukan MinyaKita Dijual Tak Sesuai Aturan

kabartuban.com - Temuan mengejutkan muncul dalam inspeksi mendadak (sidak)...

Swadaya Warga Jadi “Alarm Keras”, Akademisi Unirow Sentil Arah Pembangunan Tuban

kabartuban.com - Fenomena warga yang turun tangan memperbaiki jalan...

Jalan Widang–Rengel Rusak Parah, Lubang Menganga Jadi Ancaman Nyata Pengendara

kabartuban.com - Jalan penghubung Kecamatan Widang menuju Kecamatan Rengel...

Artikel Terkait