kabartuban.com – Ratusan eksemplarTabloid Indonesia Barokah telah beredar di wilayah Kabupaten Tuban. Tabloid yang diduga memiliki muatan menyudutkan salah satu calon Presiden dan Wakil presiden Nomor urut dua ini, saat ini kasusnya telah ditangan Bawaslu Kabupaten Tuban.
Menurut keterangan Ketua Ta’mir Masjid Al Hidayah, Kelurahan Ronggomulyo, Kiai Maftuhin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menerima paketan tabloid tersebut masih dalam amplop coklat yang diletakan di atas etalase, kemudian ia membuka, ternyata isinya ada tiga eksemplar dan mengandung unsur politik, dalam pikirannya tidak pantas jika disebarkan. Lalu barang tersebut di bawa ke rumah.
“Ada tiga, dua tak bawa dan satu di minta jamaah. Namun sudah saya minta kembali,” ujar Kiai Maftuhin, kepada awak media, Jumat, (25/1/2019).
Hal senada juga diungkapkan salah satu pengasuh Ponpes Ash–Shomadiyah Tuban, Abdul Mukhid Al jaladri, pihaknya menerima tabloid itu sejak empat hari sebelumnya yang berada dalam amplop, berisi dua eksemplar. Namun, hanya satu yang berhasil diamankan, selebihnya masih dicari.
“Ini yang satunya mungkin ketlingsut mas, tapi yang jelas belum menyebar kemana-mana,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran (HPP) Bawaslu Kabupaten Tuban, Ulil Abror Al Mahmud, mengungkapkan saat ini seluruh jajaran Pengawas kecamatan se Kabupaten Tuban , telah di intruksikan untuk mengamankan dan mencegah beredar secara luas, untuk menghindari keresahan masyarakat.
“Kita sudah intruksikan ke jajaran agar mencegah tabloid beredar secar luas,” ungkap Ulil Abror Al Mahmud Kordiv HPP Bawaslu Kabupaten Tuban.
Ia mengatakan, diamankan tabloid Indonesia Barokah itu atas perintah Bawaslu Jatim. Karena materi tabloid diduga berisi muatan unsur provokatif, ujaran kebencian.
“Kita juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan investigasi terkait adanya penyebaran tabloid itu agar tidak menimbulkan keresahan, dan persoalan itu masih dalam kajian,” terang Ulil Abror Al Mahmud.
Lebih lanjut, ia menjelasakan untuk data sementara di wilayah Kecamatan Senori diamankan 10 paket amplop, Tambakboyo 9, Parengan 30, Rengel 51, Jatirogo 29, Montong 29, Palang 36, dan Merakurak 4, dan ada beberapa kecamatan lain yang belum melaporkan hasilnya.
“Masing-masing anggota Panwascam masih mendatangi masjid-masjid untuk memastikan tabloit itu tidak beredar ke masyarakat. Beberapa tabloid juga masih berada di kantor pos,” pungkasnya. (Dur)
