Rencana Full Day School Banyak Penolakan

kabartuban.com– Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terkait pemberlakuan full day school lima hari masuk sekolah dasar (SD) menimbulkan penolakan dari berbagai pihak. Selain bakal menimbulkan biaya tambahan juga bisa mengganggu proses belajar mengajari di Taman Pendidikan Al Quran (TPQ)  dan atau madrasah diniyah (Madin).

Rencananya, pemberlakukan full day school diterapkan hingga pukul 16.00. Sementara Madin amupun TPQ  masuk pukul 13.00 atau 14.00 hingga 16.30.

”Kalau siswa pulang pukul 16.00, lalu kegiatan belajar di Madin atau TPQ kapan?” kata Fathur Rahman Koordinator Guru Madin Wilayah Jawa Timur.

Ia mengatakan  kebijakan  Mendikbud ini sangat tidak populis dan tidak demokratis. Sebab, kebijakan ini akan berdampak terhadap tutupnya program pendidikan madrasah diniyah dan TPQ.

“Kalau ini tetap akan dijalankan, kemungkinan lembaga  TPQ atau Madin akan gulung tikar” ujar Mantan aktivis Mahasiswa ini kepada kabartuban.com, Selasa (12/6/2017).

Mestinya, lanjut Fathur Rahman, Mendikbud meniru Provinsi Jatim yang salah satu programnya memberikan fasiltas bagi peningkatan guru Madin untuk mengenyam pendidikan S1, bahkan kejenjang berikutnya, bukan justru membrangus lembaga pendidikan Madin yang jelas berkontribusi terhadap pendidikan keagamaan.

“Kalau bisa contohlah program Provinsi Jatim, memberikan kontribusi yang jelas bagi penerus bangsa ini, seperti yang diharapakan, yakni, pendidikan yang berkarakter,” tegasnya.

Bahkan, lanjut pria  alumni Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang, Jateng ini,  lembaga Madin dan  TPQ itu telah diakui dalam peraturan Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 dan PP nomer 55 tahun 2007.

” Kami Mendesak Mendikbud untuk membatalkan rencana kewajiban full day itu” harapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Miyadi. Rrencana full day scool merugikan lembaga TPQ dan Madin. Selain itu juga menjadi beban bagi orang tua, karena harus mengeluarkan uang tambahan bagi anaknya.

“Kalau daerah perkotaan atau SD Negeri yang unggulan tidak apa-apa karena orang tua siap, tapi kalau di perdesaan belum siap, harus ada kajian lebih lanjut,” kata politikus PKB ini. (dur)

 

Populer Minggu Ini

Bhayangkara Tuban Terguncang, Kapolres Diberhentikan Untuk Menjalani Pemeriksaan Propam

kabartuban.com - Isu dugaan penyimpangan internal yang menyeret Kapolres Tuban,...

SIG Pabrik Tuban Raih Penghargaan Nasional, Hemat 2,8 Juta GJ Energi dan Tekan Emisi CO₂

kabartuban.com - Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)...

Pasca Puting Beliung, BPBD–TNI–Polri Gerak Cepat Bantu Warga Semanding

kabartuban.com - suasana haru masih terasa di Kecamatan Semanding,...

Keputusan FID Kilang Tuban Ditargetkan Bulan Ini, Pemerintah Finalkan Pembahasan dengan Rosneft

kabartuban.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Update Puting Beliung Tuban: BPBD Catat 77 Rumah Terdampak, Tegalagung Paling Parah

kabartuban.com - Data kerusakan akibat angin puting beliung di...

Artikel Terkait