kabartuban.com – Dalam beberapa hari kedepan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban akan dijadwalkan reses (Jaring aspirasi) ke daerah-daerah basis mereka sebagai salah satu kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai wakil rakyat.
Humas Sekretariat DPRD Tuban, Sri Hidajati mengatakan, agenda reses kedua, tahun ini sudah diulai sejak 30 kemarin dan akan berakhir pada tanggal 2 Nopember besok.
“Akan dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak 30, ini hingga 4 Nopember besok,” kata Hidajat.
Dia menjelaskan, hasil reses tersebut kemudian akan dilaporkan masing-masing anggota dewan dalam sidang dewan, untuk menjadi pokok-pokok pikiran dewan. Hasil jaring aspirasi dari masyarakat juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam program pembangunan daerah.
“Hasil aspirasi yang di himpun dari konstituen masing-masing anggota dewan ini akan menjadi pokok pikiran dewan,” lanjutnya.
Sementra itu, salah satu Anggota DPRD Tuban, Tri Astuti mengaku langsung melaksanakan reses sejak dijadwalkan kemarin, bahkan dia sudah melaksanakan reses di tiga titik, yakni di Kecamatan Widang, Plumpang dan Palang.
“Kami sudah melaksanakan sejak kemarin, reses ini menjadi kesempatan kami untuk menjaring aspirasi masyaraat yang kami wakili untuk selanjutnya kami usulkan ke pemerintah,” kata Astuti.
Lebih lanjut, dari hasil resesnya di tiga lokasi itu, persoalan pertanian menjadi poin yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat yang diwakili politisi perempuan itu. salah satunya adalah persoalan pupuk yang masih sulit diapatkan oleh petani.
“Persoalan pupuk, yang paling banyak dikeluhkan, salah satunya petani yang mestinya mendapatkan pupuk dari kios yang sudah ditentukan ternyata kosong. Selain itu ibu-ibu ini banyak mengeluhkan soal harga kebutuhan,” imbuh Astuti. (Luk)
