Sendang Tempat Mandi Putri-putri Istana Tuban itu Terabaikan

 Kabartuban.com-Tak banyak orang yang mengetahui bahwa di tengah pusat kota Tuban terdapat sebuah sendang bersejarah. Konon, sendang ini adalah tempat mandi para puteri istana Kadipaten Tuban.

Sendang Gowah, demikian warga Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Kota Tuban, menamai sumber air bawah tanah yang ada di tempat itu. Menurut Supadi (54), warga setempat, mungkin lantaran sumber air tersebut keluar dari dalam goa sehingga dinamai Sendang Gowah. Namun jangan membayangkan limpahan air bening sejuk memenuhi Sendang Gowah itu. Kondisinya kini rusak parah. Saat penulis berkunjung, Kamis (17/5), sendang itu nyaris kering dengan air keruh berlumut di dasarnya. “ Kalau hujan air bisa sampai penuh,” kata Supadi.

Kata Supadi, sudah lebih dari 25 tahun sendang yang berada persis di sisi rumahnya itu tak terawat. Kondisinya pun semakin hari semakin mengkhawatirkan. Tembok keliling sendang sudah roboh dan tinggal tersisa puing-puingnya. Lebar sendang pun kian menyempit tertimbun longsoran tanah di kanan kirinya.

Dulu, cerita Supadi, keberadaan sendang itu lumayan terjaga. Tiap tahun warga di sekitarnya rutin melaksanakan upacara ritual Sedekah Bumi untuk menghormati  “Bendoro Putri” yang konon masih bersemayam di sendang itu. Sebuah cungkup pun dibangun untuk tempat para pengunjung yang memerlukan meditasi. “ Sendang ini dipercaya memiliki kekuatan ghaib luar biasa. Banyak yang datang ke sini dari luar Tuban untuk bermeditasi atau sekedar mengambil airnya,” kisah Supardi.

Tetapi itu 25 tahun lalu. Kendati masih sering pula dikunjungi pelaku spiritual, keadaan sendang makin lama makin tersuruk. Supadi sendiri mengaku tidak tahu betul apa sebab upacara adat sedekah bumi di sendang itu tiba-tiba berhenti. Ia mengaku sangat menyayangkan hal tersebut terjadi.

Hartunik, warga lainnya, mengatakan, dulu waktu Letkol CZI H. Hindarto masih menjabat sebagai Bupati Tuban, sempat terbetik niatan memugar sendang yang konon memiliki kaitan sangat erat dengan sejarah Kadipaten Tuban tersebut. Hanya saja sayang, kata Hartunik, H. Hindarto keburu habis masa jabatannya sebelum sempat merealisasikan niatan tersebut. Sementara bupati-bupati berikutnya sama sekali tidak memiliki kepedulian terhadap keberadaan sendang itu, padahal hanya berjarak 100-an meter arah selatan Pendopo Krido Manunggal Tuban.

Hartunik mencemaskan sendang yang juga menjadi cikal-bakalnya Kelurahan Sendangharjo itu bakal lenyap ditelan pertumbuhan bangunan dan pemukiman di sekitarnya. Dulu, kata Hartunik, area sendang itu lumayan luas, hingga mencapai 2 ha. Namun saat ini yang tersisa tinggal 15 X 17 meter lantaran terdesak gedung-gedung dan pemukiman penduduk.

Warga lain sudah barang tentu memiliki kecemasan yang sama dengan Hartunik dan Supadi. Sebab meski kondisinya sudah demikian rusak, warga masih percaya sendang tersebut memberi kekuatan spiritual bagi warga Sendangharjo. “ Kalau ada warga yang sakit, atau punya hajat, sering ngadakan selamatan di sini untuk meminta berkah. Jadi kalau sampai sendang ini hilang, ya warga sini takutnya kenapa-kenapa,” kata Hartunik.(bek)

Populer Minggu Ini

Pemkab Gelontorkan Rp33 Miliar untuk Wisata, Pemandian Bektiharjo Belum Tersentuh

kabartuban.com - Saat Pemerintah Kabupaten Tuban mulai mengguyur miliaran...

Polisi Periksa PDAM Terkait Kecelakaan Maut Ojol di Proyek Sekolah Rakyat Tuban

kabartuban.com - Kasus kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pengemudi...

Peringatan Polisi Tak Digubris, Truk Pedel di Tuban Masih Bebas Melintas Tanpa Terpal

kabartuban.com - Jalur Pakah–Rengel kembali dipenuhi ancaman dari truk...

Aliansi Masyarakat Geruduk Mapolres Tuban, Desak Usut Tuntas Dugaan Perusakan Situs Sunan Bonang

kabartuban.com - Kasus dugaan perusakan situs makam Sunan Bonang...

Polres Tuban Buka Kembali Kasus Dugaan Pembongkaran Nisan Makam Sunan Bonang

kabartuban.com - Riuh polemik di kawasan Makam Sunan Bonang,...

Artikel Terkait