Stok Bahan Pokok Untuk Operasi Pasar Kurang, Warga Tak Kebagian

kabartuban.com – Warga sangat antusias dengan kegiatan operasi pasar yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Tuban di Pasar Pramuka, Kelurahan Sidorejo, Tuban.

Antrian panjang ibu-ibu nampak hingga keluar gerbang pasar pramuka, mereka mengantri untuk mendapatkan beras, minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir yang masing-masing harganya lebih murah tiga ribu rupiah dari harga di pasaran.

Salah satu ibu rumah tangga asal Kelurahan Sidorejo, Ani (35) mengaku rela antri lantaran harga beras dan gula yang dijual lebih rendah dari harga di pasaran. Selisih harga yang mencapai Rp 4.150 per kilogram, bagi ibu rumah tangga tersebut lumayan banyak, karena bisa digunakan untuk membeli kebutuhan dapur lainya.

“Selisih harganya lumyan, kalau dipasar biasanya Rp 15.500 sampai Rp 16.000 per kilogram, disini cuma Rp 11.750 per kilogramnya,” jelas Ani kepada kabartuban.com, Senin (13/06/2016).

Tapi sayangnya, stok beberapa bahan kebutuhan dalam operasi pasar tersebut terbatas, sehingga tidak semua bahan bisa dibeli karena sudah kehabisan.  “Ini mau beli beras sidak tidak kebagian, sudah habis,” keluhnya.

Akibat kurangnya stok yang dijual dalam operasi pasar, harga bahan kebutuhan pokok di pasaran tidak terpengaruh dan masih cukup tinggi. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein mengatakan bahwa, kegiatan operasi pasar hanya bersifat mengendalikan harga bukan menurunkan harga di pasaran.

“Operasi pasar sifatnya hanya pengendalian, saya pikir kalau penurunan harga tidak cukup dengan operasi pasar, perlu stok yang lebih banyak,” jelas Wakil Bupati Tuban saat ditemui di Gedung DPRD Tuban, usai sidang paripurna pembahasan raperda.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Perdagangan, Bidang Perdagangan, Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Totok saat dikonfirmasi mengatakan, kuota beras dan gula sudah ditambah dalam kegiatan operasi pasar selama ramadhan.

“Kuota sudah ditambah, beras dari 250 kilogram per kegiatan menjadi 500 kilogram, gula kuotanya ditambah menjadi 1 ton dari semula hanya 850 kilogram,” jelas Totok.

Totok mengakui kebutuhan selama ramadhan memang cukup tinggi, tercatat hingga hari ini selama kegiatan, serapan beras dan gula memang paling tinggi dari beberapa jenis barang yang disediakan.

“Sampai hari ini beras 13.005 kilogram, gula pasir 26.325 kilogram, tepung terigu 919 kilogram dan minyak goreng 9.506 kilogram,” tutupnya. (lk/riz)

Populer Minggu Ini

Komplotan Begal Motor di Tuban Dibekuk, Satu Pelaku Tewas Akibat Kecelakaan

kabartuban.com - Aksi komplotan begal yang merampas motor yang...

Tuban Vaksinasi Massal 15.000 Hewan Ternak untuk Cegah Penyebaran PMK

kabartuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban mulai menyuntikkan 15.000 dosis...

Digerebek Istri Sah di Hotel Kingking, Diduga Oknum Staf Sekretariat DPRD Lamongan Terjerat Kasus Perzinaan

kabartuban.com - Rasa curiga seorang istri yang tak diabaikan...

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Awal Puasa 1447 H di Tuban Menanti Sidang Isbat

kabartuban.com - Upaya penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di...

Hilal Diprediksi di Bawah Ufuk, Tuban Siapkan Pemantauan di Menara Banyuurip

kabartuban.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Menara Banyuurip...

Artikel Terkait