Tanggul Jebol, Delapan Desa di Kecamatan Kerek Diterjang Banjir

12
Kondisi salah satu rumah warga di Desa Karanglo, Kerek, Tuban.

kabartuban.com – Intensitas hujan yang tinggi pada hari Kamis (10/03/2022) menyebabkan banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Tingginya volume debit air membuat tidak kuatnya tanggul dalam menampung air sehingga menyebabkan tanggul jebol.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, terdapat 8 desa yang terdampak banjir yakni, Desa Padusan, Desa Temayang, Desa Margomulyo, Desa Karanglo, Desa Gemulung, Desa Trantang, Desa Jarorejo, dan Desa Wolutengah. Adapun dua desa terparah adalah Desa Temayang dan  Desa Margomulyo.

Selain merendam dan memporak-porandakan beberapa rumah hingga rusak parah, banjir yang terjadi kemarin juga merendam akses jalan raya penghubung kecamatan di wilayah tersebut.

Menurut keterangan dari warga Desa Karanglo, yang pada saat itu rumahnya pun ikut terdampak parah karena banjir tersebut. Ia mengatakan, jika banjir di Kecamatan Kerek sudah pernah terjadi sebelumnya, namun banjir yang terjadi pada hari Kamis kemarin merupakan banjir terparah yang pernah terjadi di Kecamatan Kerek.

“Dulu ada kejadian kayak gini cuma ini yang paling parah. Ini air kiriman dari alas atau hutan sana,” terang Witi (49), salah satu warga Desa Karanglo.

Ibu 2 (dua) anak tersebut menjelaskan, bahwa tanggul yang berada di belakang rumahnya jebol, sehingga menyebabkan air meluap hingga ke pemukiman warga dan menyebabkan dapur yang terbuat dari bamboo tersebut roboh sehingga membuat perabotan dapur miliknya ikut terseret banjir.

“Semua hanyut. Barang-barang seperti beras dan keperluan dapur juga hanyut. Tidak bisa masak dan tidur karena tanggul jebol dan air masuk rumah,” jelasnya saat ditemui reporter media ini, Jumat (11/3/2022).

Kondisi rumah salah satu warga Desa Karanglo, Kerek, Tuban.

Lanjut Witi, saat terjadi banjir yang diperkirakan setinggi 1 meter tersebut, Witi hanya berdiam diri di depan rumah dengan menggendong anaknya yang kurang lebih berusia 3 tahun.

“Airinya sampai se dada. Semua isi rumah mulai dari kasur, pakaian dan perabotan lain terendam banjir. Waktu itu saya diam di depan rumah sambil menangis menggendong anak saya,” lanjutnya, sambil mengingat-ingat kejadian menyedihkan yang menimpa dirinya.

Dengan adanya musibah banjir ini, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, khususnya orang nomor 1 di Tuban, Aditya Halindra Faridzky agar memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak dan menindak lanjuti penyebab banjir sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Temayang, Abdul Qoyi, saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa Desa Temayang juga merupakan desa terdampak banjir luapan dari tanggul yang jebol di Kecamatan Kerek.

“Ya temayang terdampak banjir karena ada tanggul yang jebol,” jelasnya.

Masih penjelasan dari Qoyi, akibat dari banjir tersebut menyebabkan 1 (satu) korban jiwa yang merupakan warga Desa Temayang. Dari informasi yang diberikan, korban yang meninggal bernama Rasiban (70) yang pada saat itu berada di dalam rumah.

“Pada saat itu ia berada di rumah dan terdorong air banjir hingga jatuh,” lanjutnya.

Untuk diketahui, rumah warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul belum diketahui jumlahnya secara pasti karena masih terdapat rumah warga yang belum terdata seluruhnya. (hin/dil)

/