Tanpa Penganggaran, Industri Miras Sulit Dihilangkan

kabartuban.com – Lagi-lagi tim Saber Minuman Keras (Miras) Kecamatan Semanding, menggerebek industri miras rumahan di Kecamatan Kabupaten Tuban (10/8/2017).

Seakan tidak ada kata jera dan habisnya industri Miras yang berada di Wilayah tak jauh dari pusat Kabupaten. Sepertinya hal industri haram tersebut masih cukup sulit dibersihkan dari Kabupaten berjuluk Bumi Wali ini.

Tidak sedikit dari mereka pemilik industri yang tertangkap adalah orang lama yang kembali melakoni bisnis dengan keuntungan sangat menjanjikan tersebut. Seperti halnya tadi pagi (10/8/2017), tim Saber Miras menyisir rumah pembuatan arak milik Santam (59), warga Prunggahan Kulon, Semanding. Hasilnya petugas berhasil mengamankan barang bukti 31 Botol arak siap jual, dan 1 buah dandang (alat suling arak) dari rumah pelaku.

“Terlapor adalah pemain lama, rupanya dia belum kapok,” kata AKP Desis Susilo Kapolek Semanding (10/8/2017).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A Dewan Perwailan Rakyat Daerah, (DPRD) Tuban, Agung Suriyanto,SH agar pengawasan perlu dilakukan secara komprehensif oleh pemerintah. Tidak hanya kepolisian dan satpol PP, namun juga melibatkan OPD terait, karena persoalan tersebut berkaitan dengan berbagai hal, salah satunya perekonomian, yang kerap menjadi alasan para produsen Arak tetep nekat menjalankan bisnis tersebut.

“Persoalan ini tidak dapat diselesaikan satu instansi saja, perlu melibatkan Dinas Perekonomian, Dinas Sosial, dan lainya, karena ini berkaitan dengan persoalan sosial ekonomi pelakunya,” kata Agung.

Lebih lanjut, Agung mengapresiasi tim Saber Miras yang sudah berupaya keras melaukan pengawasan dan pengendalian miras di Tuban, utamanya arak di Semanding, namun kata dia, pengawasan perlu ditingkatkan guna memastikan arak tidak berproduksi lagi didaerah itu.

“Kami mengapresiasi, namun pengawasan mungkin saja kurang maksimal,” katanya.

Lebih lanjut, Agung menyampaikan, kurang maksimalnya pengawasan bisa jadi karena mesin penggerak atau Saber Miras tidak didukung penganggaran memadai, sehingga kegiatanya tidak dapat dilakukan dengan maksimal atau lebih intensif.

“Ini menjadi tanggung jawab pemerintah, agar Saber Miras ini dapat bergerak maksimal, perlu adanya dukungan dana dari sana. Sudah cukup lama sejak ditutup beberapa tahun lalu, nyatanya masih ada saja,” pungkas Agung yang juga ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Tuban ini. (Luk)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya