Tekan Angka Stunting, Pemkab Tuban Buat Tim Penurunan Stunting

246
Dokumentasi anak sedang diberi vitamin

kabartuban.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) membentuk Tim Penurunan Stunting (TPPS) guna melakukan percepatan serta pencegahan penekanan angka kasus sekaligus penanggulangan stunting di Kabupaten Tuban.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes P2KB) Bambang Priyo Utomo mengungkapkan jika hasil dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Tuban berada di atas provinsi juga pusat alias masih tinggi.

“Hasil survei SSGI Tuban di atas provinsi dan pusat,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat via Whatsapp, Rabu (17/8/2022).

Menurut Bambang, penurunan stunting ini dilakukan bersama-sama oleh semua pihak yaitu seluruh lintas sektor dan lintas terkait. Pada Tahun 2024 sendiri target penurunan stunting harus mencapai 14%.

Dihimpun dari berbagai sumber jika stunting merupakan permasalahan gizi yang kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama.
“Penanganan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak, Dispensasi nikah di Pengadilan Agama (Menikah di bawah umur), Ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan lain lain,” terangnya.

Baca Juga: Warga Keluhkan Drainase Jebol, Kadis PUPR-PRKP: Minggu Ini Diperbaiki

Kepala Dinas Kesehatan ini berharap jika pembentukan TPPS bisa optimal sehingga angka stunting di Kabupaten Tuban dapat segera berada di bawah provinsi dan pusat.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyoroti masalah stunting di Indonesia dalam bidang kesehatan. Menurutnya angka stunting di Indonesia harus dipangkas dengan cepat.

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, semua agenda tersebut harus ditopang dengan kemanusiaan Indonesia yang unggul. Untuk itu di bidang kesehatan, stunting harus cepat dipangkas,” ucapnya kepada awak media saat Pidato Sidang Tahunan MPR dan DPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti masalah gizi anak yang tidak tercukupi terkait stunting. Masalah stunting yang tidak dibenahi menurutnya bisa menghambat kualitas manusia Indonesia untuk bersaing dengan negara lain.

“Karena anak-anak kita di hari ini adalah penentu wajah masa depan Indonesia, kalau anak-anak kita pintar, cerdas, kita bersaing dengan negara lain itu mudah, tapi kalau anal stunting gizinya nggak baik, nggak tercukupi , bersaing dengan negara lain akan sangat kesulitan kita,” pesan Jokowi.

Menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia 2021 yang dilaporkan Kementerian Kesehatan RI, angka stunting secara nasional menunjukkan perbaikan dengan turunnya tren sebesar 3,3 persen dari 27,7 persen tahun 2019 menjadi 24,4 persen tahun 2021. (hin/dil)