Tekan Laka Lantas Dengan Grebeg Desa

kabartuban.com – Sebagai wilayah yang berada di jalur pantai utara (Pantura) Tuban, dengan panjang 72 kilometer memilik potensi kecelakaan lalulintas cukup tinggi di Kabupaten Tuban. Bahkan sempat tercatat sebagai daerah dengan tingkat kecelakaan tertinggi di Jawa Timur tahun 2016.

Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar saat dikonfirmasi mengatakan, tahun 2016 kasus kecelakaan lalulintas di Kabupaten Tuban mencapai 1.507 kasus, dari jumlah itu, 241 orang korban meninggal dunia.

“Akhirnya kita bikin program yang kami nakaman Grebeg Desa, guna menekanlaka lantas yang ada, dengan membentuk Satgas represif dan preemtif,” terang Kasat Lantas Polres Tuban (27/10/2017).

Adapun program Grebeg Desa dilaksanakan dengan memberikan tindakan bagi pelanggar lalulintas atau Represif. Penindakan dilakukan dilakukan secara langsung saat petugas melakukan patroli.

“Cara kedua adalah preemtif, kami melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, dari pintu ke pintu, sampai satuan terkecil, baik terorganisisr maupun tidak,” Jelas AKP Eko.

Hingga saat ini, program yang sudah memasuki tahap ke tiga itu terbilang sukses menekan angka kecelakaan. Tercatat hingga bulan Oktober jumlah laka tahun ini 1.029 kasus dengan jumlah korban meninggal 140 orang.

“Apabila dibandingkan dengan tahun -tahun sebelumnya, grafik menunjukan penurunan baik segi kualitas maupun kuantitas, ” imbuh Eko.

Kasat Lantas Polres Tuban juga menghimbau, agar masyarakat mematuhi aturan lalulintas, dan paling penting orangtua tidak memberikan ijin kepada anak mereka yang masih dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor sendiri.

“Agar masyarakat tetap berhati-hati, karena tingkat kecelakaan di Tuban masih termasuk tinggi, khususnya ini warning bagi orang tua harus memperhatikan kebebasan menggunakan kendaraan bagi anak-anaknya,” pugkas Kasat lantas ini. (Luk)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya