Tingkatkan Pengamanan, Polres dan Satpol PP Gelar Razia ODGJ

kabartuban.com –  Adanya issu serangan terhadap tokoh agama dan tempat ibadah pada beberapa tempat di Jawa Timur, membuat Polres Tuban kian meningkatkan upaya pengamanan antisipatif. Sabtu (24/2/2018), sebanyak 25 personel gabungan Polres dan Satpol PP Kabupaten Tuban menggelar razia pada sejumlah gelandangan yang terindikasi gangguan jiwa.

Pantauan kabartuban.com, razia dilakukan dengan menyisir sejumlah lokasi rawan jadi tempat mangkal orang gila. Seperti di kawasan Kota, juga sejumlah kawasan pinggiran. Hasilnya, tiga gelandangan yang terindikasi gangguan jiwa berhasil diamankan.

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR menyampaikan razia itu digelar tak hanya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat. Akan tetapi, juga meminimalisir adanya serangan yang bisa dilakukan oleh gelandangan tersebut.

“Keberadaan orang gila yang berkeliaran memang mengganggu kenyamanan masyarakat. Ini juga kami lakukan untuk mengantisipasi terjadinya insiden yang tak diinginkan di wilayah hukum kami. Sebab, isu serangan yang dilakukan orang gila belakangan ini kian santer,” ujar AKBP Sutrisno HR kepada Kabartuban.com.

Lebih lanjut, perwira kelahiran Makassar ini belum bisa memastikan adanya indikasi serangan yang akan dilakukan oleh gelandangan tersebut. Sebab, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah selanjutnya.

“Sementara kami belum menemukan indikasi sebagaimana yang diisukan. Namun, kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk pemeriksaan lebih lanjut ,” beber mantan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya.

Kapolres juga menegaskan bahwa hal itu tak hanya akan dilakukan sekali. Namun, razia itu akan terus ditingkatkan selama beberapa waktu kedepan.

“Kami akan rutin melakukan razia. Hingga situasi benar-benar kondusif, masyarakat dan tokoh lintas agama juga terjamin keamanan dan kenyamanannya,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban, Nur Jannah saat dikonfirmasi mengaku, akan melakukan identifikasi yang dilakukan oleh tim, selanjutnya apabila ditemukan yang bukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), namun perilakunya seperti ODGJ akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut, dan jika benar-benar  penderita, maka akan dilakukan fasilitasi ke RSJ atau panti sosial.

“Sementara kami tampung dulu di Rumah Perlindungan Sementara (RPS), dan akan segera akan kita adakan pemeriksaan oleh tim mas,” pungkas Mantan Camat Kereng ini. (Dur)

Populer Minggu Ini

Puskesmas Gaji Berjalan Tanpa Dokter, Warga Mengeluh Tak Bisa Konsultasi

kabartuban.com - Pelayanan kesehatan di Puskesmas Gaji, Kecamatan Kerek,...

Perlindungan Mandek, Ribuan Guru TPQ di Tuban Kehilangan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

kabartuban.com - Ribuan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di...

Sungai Tersumbat Limbah Kuarsa, Petani dan Nelayan Jenu Terjepit Bertahun-tahun

kabartuban.com - Aliran sungai di Kecamatan Jenu tak lagi...

Hendak Takziah, Minibus Elf Terperosok ke Sawah di Tuban, Satu Penumpang Meninggal Dunia

kabartuban.com - Perjalanan rombongan takziah berubah menjadi tragedi di...

Artikel Terkait