Tren Bisnis Property di Tuban Positif

611

Kabartuban.com—Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Indonesia (Gapeksi) Cabang Tuban, Suwignyo, menyatakan, bisnis property di Tuban masih menunjukkan tren positif. Indikasinya, permintaan terus mengalami peningkatan sehingga peluang pasar juga semakin terbuka. “ Saat ini masih tersedia 60 persen peluang pasar yang belum mampu dipenuhi para pengusaha konstruksi. Ini merupakan iklim yang sangat prospektif bagi pebisnis properti,” kata Suwignyo, Senin (21/5).

Suwignya optimis tren positif tersebut bakal berlangsung lumayan lama. Bahkan hingga 2015 mendatang permintaan property masih sangat tinggi mengingat Tuban mulai berkembang menjadi kota industry. Letak geografis Tuban pun dinilai sangat menguntungkan untuk pengembangan bisnis ini, disamping kondisi social masyarakatnya yang relative kondusif dibanding daerah-daerah lain. “ Di sini hamper tidak ada gejolak social yang serius pasca kerusuhan Pemilukada 2006 lalu,” kata Suwignyo.

Ditambah lagi suasana politik pemerintahan yang semakin memberi peluang pada tumbuhnya investaasi, menjadi pendorong kuat semakin positifnya tren bisnis property di Tuban. Tak heran, kata Wignyo, jika saat ini bermunculan assosiasi pengusaha di bidang jasa konstruksi, sebab hal itu searah dengan membaiknya iklim politik pemerintahan dan pesatnya industrialisasi. Hingga hari ini setidaknya tujuh asosiasi pengusaha kontruksi yang lahir di Bumi Ronggolawe. Badan usahanya juga lumayan mengejutkan. “ Sebanyak 600 CV lahir belakangan ini. Luar biasa bukan ?” kata Suwignyo.

Tentu dengan semakin banyaknya usaha jasa di bidang konstruksi, lanjut Suwignyo, persaingan akan semakin ketat. Sebab jumlah pekerjaan di bidang ini yang tersedia hanya berkisar 250-an item. Suwignyo berharap, ketidak berimbangan jumlah badan usaha kontruksi dengan jumlah item pekerjaan tersedia tersebut tidak memunculkan persaingan tidak sehat. Sebab jika hal itu terjadi, iklim bisnis yang mulai membaik ini bakal surut kembali. “ Itu semua tergantung pada kebijakan Pemerintah setempat. Kami berharap Pemkab Tuban bisa lebih transparan dalam melakukan lelang tender pekerjaan,” kata Suwignyo.

Hambatan yang paling serius, menurut Suwignyo, mungkin hanya pada masalah lahan. Tanah di Tuban ini sebagian besar tercatat sebagai Tanah Negara (TN) dan dimanfaatkan masyarakat baik untuk lahan pertanian maupun peruntukan lainnya. Seringkali dalam urusan pembebasannya mengalami sedikit kendala lantaran kurang mengertian masyarakat terhadap hokum dan aturan perundang-undangan yang berlaku. (bek)