Truk Pengangkut Gas Alami Kebocoran

466

Widang-20140814-02680kabartuban.com – Terjadi kebocoran gas alam serta mengeluarkan asap, saat truk tangki dengan Nomor Polisi (Nopol) W 8410 U, melintas di jalur pantura, tepatnya di Desa Minoharjo, Kecamatan Widang.Kamis (14/8/2014)

Truk tangki yang dikemudikan Rudi Hermawan, warga Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro tersebut, bermuatan gas alam, milik PT Prime Energi Supply (PT PES) asal Gresik, dan rencananya akan dikirimkan di pabrik rokok PT Djarum Super, Kudus.

“Tadi isinya gas alam, baru diisi di Gersik, dan rencananya, gas ini, akan dikirim ke PT. Djarum Super di Kabupaten Kudus” ujar Rudi Hermawan, supir truk tangki.

Truk tangki tersebut, awalnya melaju dengan kecepatan sedang, dari arah Gersik, menuju Jawa Tengah, namun saat memasuki jalur pantura, entah kenapa kran gas yang ada di bagian belakang, awalnya tertutup itu, terbuka dengan sendirinya.

“Tidak tau kenapa, tiba-tiba kran gasnya terbuka” terang sopir truk tersebut, kepada petugas kepolisian yang ada dilokasi.

Akibat kran yang terbuka itu membuat gas alam yang ada didalam tangki tersebut, keluar bahkan hampir menimbulkan kebakaran, karena tekanan udara yang telalu kuat,

Beruntung kejadian tersebut, diketahui teman supir yang aa dibelakangnya, kebocoran tersebut diperkirakan sejak 1 kilometer sebelumnya.

“Waktu saya mengemudikan truk, tepatnya dibelakang truk ini (truk muat gas alam), saya lihat ada asap yang keluar dibagiang belakang” Jelas Erwin, salah satu saksi mata, yang juga pengemudi truk bermuatan gas alam.

Menyadari adanya kebocoran, sopir truk langsung memarkir kendaraannya di lokasi yang cukup luas, guna memperingatkan tanda bahaya, kepada penguna jalan maupun warga sekitar untuk tidak mendekat kelokasi kejadian

Beruntung gas sebesar 220 Bar,  dalam tangki sudah habis, dan tidak lama kemudian, dua mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi, sehingga kebakaran dapat dihindari

“Gas ini tidak beracun, cuma perlu diwaspadai, karena memang rawan terbakar serta baunya tidak enak” pungkas sopir truk asal Baureno Bojonegoro.

Guna mengetahui pasti penyebab kebocoran, petugas kepolisian langsung menyelidiki, apakah gas termasuk beracun apa tidak. (Pul)