kabartuban.com – Kualitas tenaga pendidik dianggap sebagai faktor utama pendorong peningkatan kualitas pendidikan. Namun kuantitas atau jumlah tenaga pendidik, juga menjadi salah satu faktor pendukung, lancarnya program pendidikan yang sedang dijalankan pemerintah dalam rangka meningkatan indek pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Tuban. Sayangnya di daerah ini, jumlah tenaga pendidik ternyata masih belum memadai, Jumat (3/11/2017)
Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Witono membenarkan, sampai hari ini kekurangan tenaga guru di Kabupaten Tuban, masih kurang sekitar 1.848 tenaga pendidik.
“Mestinya jumlah sesuai rombongan belajar (Kelas.red) dan idealnya ada dua tenaga pendidik setiap kelas, jadi totalnya ada delapan guru,” terang Witono.
Menurut Witono, berdasarkan Standart Pelayanan Minimal (SPM), satu kelas dididik satu orang guru kekas, namun realita dilapangan masih banyak sekolah yang jumlah tenaga pendidiknya tidak sesuai dengan Rombongan Belaja (Rombel).
“Banyak yang tidak sesuai Rombel, jumlah guru negerinya kurang dari itu, belum lagi jika ada yang pensiun,” katanya.
Lebih lanjut, kekurangan tersebut kemudian disiasati oleh sekolah dengan mempekerjakan tenaga pendidik tidak tetap, atau guru tidak tetap (GTT), meski menurut peraturan, pengangatan GTT tidak dibenarkan.
“Sekolah berusaha memenuhi meski PP 48 tahun 2005, Pemerintah Daerah tidak boleh mengangkat GTT, makanya ini menjadi dilema,” terang Witono.
Menanggapi persoalan yang kini tengah dihadapi dunia pendidikan, Ketua DPRD Tuban, Miyadi mengatakan, jika DPR, masyarakat dan pemerintah perlu memikirkan trobosan untuk penyelesaian persoalan tersebut. Salah satunya dengan mendorong pemerintah daerah meningkatkan perhatian pada bidang pendidikan.
“Ini yang akan kami pikirkan bersama, disatu sisi kekurangan harus dipenuhi salah satunya dengan mengangkat pegawai non PNS atau GTT, disatu sisi mereka belum secara khusus digaji oleh daerah. Biar bagaimanapu mereka turut andil dalam mencerdasan bangsa, itu harus kita pikirkan,” kata Miyadi.
Lebih lanjut, Ketua DPRD Tuban itu mencontohkan, Kecamatan Kerek sebagai salah satu kecamatan dengan Tenaga pendidik yang masih jauh dari kapasitas cukup, dan akan menjadi perhatianya. “Idealnya tenaga pendidik, katakanlah dua belas orang, yang ada baru tiga sampai lima,” katanya. (Luk)
