kabartuban.com- Warga Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Tuban, tidak menyangka, daerahnya menjadi tempat persembunyian dan penyergapan terduga teroris yang sebelumnya telah melakukan penembakan terhadap petugas lalulintas yang berjaga di Poslantas di kawasan Jati Peteng, Desa Temaji Jenu, Tuban.
Menurut Patman warga di lokasi kejadian, dirinya sempat ketakutan saat terdengar suara bakutembak dilahan pertanian, kawasan Bukit Wilis desa Suwalan, Kecamatan Jenu. Apalagi dirinya berada di ladang saat itu lagi menggembalakan sapi saat penyergapan berlangsung.
“Pas ada suara tembakan saya di ladang mas. Saya sempat tiarap dan diminta petugas untuk pergi, ” terang Patman (8/4/2017).
Diterangkan, warga Suwalan sudah berkerumun sejak mendengar kabar ada terduga teroris bersembunyi dikawasan bukit Wilis, namun sebagian warga masih melakukan aktifitas diladang seperti biasa.
“Tadi ada banyak petugas, katanya ada penjahat kabur kesini mau ditangkap,” lanjut pria ini sambil duduk bersama warga lainya.
Dilokasi ratusan warga berkerumun karen penasaran. Kerumunan warga ini juga sempat kocar kacir setelah suara tembakan terdengar dari ladang jagung yang cukup lebat.
Banyaknya warga pada saat itu juga sempat menyulitkan petugas yang akan melakukan evakuasi terduga teroris yang sudah dirobohkan petugas gabungan. Mereka merangsek masuk garis polisi yang sudah dipasang petugas di jalan memuju lokasi penyergapan.
Sementara itu, Jalur pantura Tuban mulai pukul 10.00 wib hingga sekitar pukul 16.00 Wib macet total, dan dilakukan sistem buka tutup dari arah Semarang menueju Surabaya dan sebaliknya oleh Satlantas Polres Tuban. Hal ini dilakukan saat petugas melakukan pengerebekan teroris di kawasan Desa Suwalan, Kecamatan jenu Kabupaten setempat.
“Macet mas, ini saya dari semarang mau ke Surabaya diberhentikan disini,” ujar Ridho salah satu sopir truck kontainer saat ditemui kabartuban.com (8/7/2017).
Sejumlah sopir mengaku tidak mengetahui terkait penyergapan terduga teroris, mereka hanya mengetahui jalur di tutup oleh petugas lalulintas dan dilarang melintas. “Gak tahu ada apa, tapi ramai petugas, katanya ada teroris,” lanjut ridho.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar, saat dikonfirmasi mengatakan penutupan itu untuk memutus ruang gerak pelaku terduga teroris agar tidak kabur dari wilayah Tuban. “Kita tutup agar pelaku tidak kabur,” kata Eko. (Luk)
