Ancam Sanksi Kepala Sekolah, Jika Ada Perploncoan Siswa Baru

kabartuban.com – Kepala Dinas Pendidikan, cabang Tuban, Edy Sukarno mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan seluruh lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan Cabang, agar tidak melaksanakan pengenalan lingkungan dengan kegiatan perploncoan, apalagi diwarnai dengan aksi kekerasan oleh senior. Pihaknya mengancam akan memberikan sanksi bagi Kepala Sekolah jika pada lembaga pendidikan yang dipimpinnya ditemukan pelanggaran.

“Kami akan berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, kepada kepala sekolah sebagai penanggung jawab, jika kami temukan ada laporan kegiatan orientasi menyimpang,” Tegas Edi Sukarno.

Dirinya juga berharap, adanya kegiatan tersebut bisa bernilai edukatif dan menyenangankan bagi siswa yang mengikuti kegiatan, sehingga mampu menghapuskan pemikiran buruk terhadap pembelajaran awal yang sering kali terjadi tindakan yang kurang baik kepada siswa baru oleh seniornya.

“Kegiatan berisifat edukatif, kreatif, menyenangkan dan manfaat nantinya kepada siswa baru, jadi tidak boleh ada kegiatan yangg menyimpang dari aturan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Nur Khamid menjelaskan, pengenalan lingkungan adalah kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan Permendikbud no. 18 th 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, bukan kegiatan bermain senior kepada peserta didik baru.

“Pengenalan lingkungan itu untuk pengenalan lingkungan sekolah, paruturan kemendikbud sebagai panduan dalam melaksanakan MPLS, seyogyanya dilaksanakan dengan baik,” kata Nur Hamid.

Sementara itu, Faizah, salah satu wali murid mengatakan, kegiatan orientasi saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan masa orientasi era tahun 90 hingga 2000 an, dirinya menilai kegiatan tersebut lebih bermanfaat dari pada kegiatan yang bisa merusak mental siswa dengan mewajibkan siswa baru memakai aksesoris nyleneh, dan tidak masuk akal bahkan konyol.

“Bagus, sekrang sudah tidak ada kostum aneh untuk peserta didik baru, menyenangkan tidak harus dengan cara lucu atau lebih pasnya dipaksa lucu seperti itu, pakai kostum aneh dan lain-lain, apalagi pakai kekerasan, sudah tidak jamanya saya kira,” terang Orangtua yang ditemui disalah satu sekolah di Tuban. (Hon)

Populer Minggu Ini

Akreditasi Turun, RSUD dr Koesma Dikejar Target 100% Rekam Medis Elektronik dalam 3 Bulan

kabartuban.com - Status akreditasi RSUD dr Koesma Tuban resmi...

LPG 3 Kg Mahal dan Langka di Tuban, Wagub Jatim Turun Tangan Temui Pertamina

kabartuban.com – Polemik mahal dan langkanya tabung gas LPG...

Warga Sudah Bergerak perbaiki jalan Rusak, Pemkab Baru Siapkan Skema Ambil Alih Jalan Desa

kabartuban.com - Gelombang aksi swadaya warga memperbaiki jalan rusak...

Belasan Bulan Dibiarkan, Listrik Drop di Mentoso Rusak Peralatan elektronik Warga

kabartuban.com - Di tengah kehidupan modern yang bergantung pada...

Residivis Spesialis Gudang Sepi Tumbang di Pelarian, Polres Tuban Bongkar Jejak Aksi di Sejumlah TKP

kabartuban.com - Pepatah lama mengatakan, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya...

Artikel Terkait