DPRD Tuban Angkat Bicara Soal Kenaikan Tagihan Listrik

kabartuban.com – Belum berakhirnya pandemi Covid-19 di Kabupaten Tuban yang memberi dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat, kini masyarakat digegerkan kembali dengan tagihan listrik yang melonjak. Selasa (16/06/2020).

Salah satunya adalah warga Kecamatan Tambakboyo, dirinya mengungkapkan kenaikan tagihan listrik di rumahnya hampir 50% dari sebelumnya. Dirinya juga mengaku sebelum pandemi tagihan yang dikeluarkan sekitar Rp200.000 sampai dengan Rp300.000 setiap bulannya. Namun, dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, tagihan listrik miliknya mengalami kenaikan mencapai Rp500.000 bahkan lebih.

“Saya pun tidak setuju jika kenaikan tarif listrik dilakukan dalam masa pandemi, harapan saya ya semoga dikasih keringanan lah. Meskipun sedikit,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, HM. Miyadi menyayangkan jika peristiwa tersebut memang benar terjadi. Mengingat dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, masyarakat sangat terdampak terlebih dari segi ekonomi.

“Saya atas nama ketua DPRD juga sangat menyayangkan dalam masa pandemi seperti ini ekonomi belum stabil dan tarif listrik dinaikan,” ujarnya.

Kepada media ini Miyadi menambahkan, dirinya berharap Pemerintah Pusat dapat mengkaji kembali kebijakan tentang kenaikan tarif listrik ditengah pandemi seperti ini.

“Kalau nanti ekonomi sudah stabil dan tidak ada persoalan apa-apa, pandemi sudah hilang hingga nanti saya persilahkan untuk melakukan repidtrasisi ulang, artinya ketika sudah dinaikan, kemudian diturunkan nanti prosesnya seperti apa,” tambahnya.

Hingga berita ini terbit, Kepala Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabupaten Tuban belum dapat ditemui untuk melakukan konfirmasi terkait kenaikan tagihan listrik yang dialami oleh beberapa warga di Kabupaten Tuban.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close