kabartuban.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) Kabupaten Tuban, masih melakukan pembersihan sumur tua di lapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan Tuban, Sabtu (29/7/2017).
Pembersihan sumur tersebut untuk meningkatkan produksi minyak, setelah satu sumur dari 10 yang dikelola pemerintah, yakni sumur 6 mulai aktif produksi sejak Februari tahun 2017 ini.
“Kami sedang pembersihan Sumur 10 Sumur 2 dan Sumur 16, dua sumur pernah kami uji dan sudah menu jukan data menggembirakan, bercak minya mulai tampak,” ujar Direktur BUMD PDAT, Cucuk Dwi Sukwanto.
Dijelaskan Cucuk, dalam pembersihan sumur atau yang dikenal dengan istilah Work Over, merupakan pembersihan lobang sumur tua dari material sampah, berupa kayu, batu, hingga besi peralatan pemboran yang berada didalam lobang sumur. Pembersihan sendiri ditargetkan satu bulan tuntas, namu, karakteristik sumur berbeda sehingga beberapa lebih dari target yang ditentukan.
“Kita punya rencana maksimal satu bulan. Namun kendala dilapangan macam-macam, Â isi dalam sumur tua tidak dapat diprediksi,” ungkap Cucuk.
Dalam proses pembersihan sumur, pemerintah telah memgalirkan anggaran kisaran Rp400 juta hingga Rp500 juta per sumur, Dana tersebut untuk berbagai kebutuhan seperti tenaga teknis, tenaga ahli, serta biayaya mendatangkan alat berat.
Untuk diketahui, BUMD PDAT mendapatkan hak sebanyak 10 sumur, dari 22 sumur tua di lapangan Gegunung, dari jumlah itu baru sumur 6 yang sudah terlihat hasilnya, dan sudah mampu menghasilkan 5.000 liter rat-rata per tiga sampai lima hari. (Luk)
