APBD Tuban Tak Cukup Bantu Kesulitan Nelayan Cari BBM

kabartuban.com – Nelayan tradisional di Kabupaten Tuban mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk keperluan melaut sehari-hari. Nelayan mengaku untuk sekedar membeli 20 liter BBM, mereka harus mencari dari satu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) ke SPBU lainya.

“Sekarang gak banyak Pom Bensin (SPBU) yang mau melayani pembelian dengan jerigen, kita harus punya surat. Punya surat pun terkadang masih tidak dilayani,” keluh Muamat, salah satu nelayan di Kelurahan Karangsari, Tuban.

Muamat menjelaskan, belakangan ini nelayan tidak mudah mendapatkan BBM jenis solar dengan  pembelian menggunakan jerigen. Para nelayan juga tidak tahu pasti sebab sulitnya SPBU melayani pembelian menggunakan jerigen. Muamat dan nelayan lain berharap ada aturan tegas bagi para nelayan untuk mendapatkan BBM jenis solar untuk keperluan melaut.

“Padahal beli sedikit mas, pengenya dinas terkait membantu dengan aturan tegas agar nelayan tidak kesulitan beli solar. Kita ini nelayan kecil, hasil tangkapan habis untuk keperluan harian dan makan, kalau sehari saja tidak melut bisa dibayangkan susahnya” ujar Muamat.

Ia menambahkan, saat ini mencari ikan lebih sulit dibandingkan beberapa tahun yang lalu, nelayan harus lebih jauh dalam mencari ikan karena dipinggiran sudah sulit menemukan ikan.  Hasil tangkapanya pun maksimal hanya 200 kilogram dan hasilnya dikurangi ongkos BBM dan pembekalan melaut.

“Saat ini makin susah, kalu tidak jauh ikan sulit didapat, sedangkan diperairan yang jauh ongkos BBM juga pasti bertambah. Sekali melaut hasilnya paling banyak Rp 100.000, itupun terkadang masih dibagi dua sampai tiga orang dalam satu perahu,” jelas Muamat.

Menanggapi keluhan dari para nelayan, Pemkab Tuban melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Media (Kabag Humas dan Media), Teguh Setyobudi menyampaikan bahwa Pemkab sebenarnya telah berusaha membantu kesulitan para nelayan, salah satunya dengan mengajukan pembangunan SPBU khusus nelayan serta program lainya. Namun, APBD Kabupaten tidak cukup sehingga masih membutuhkan bantuan APBD Provinsi dan APBN Pusat untuk meyelesaikan permasalahan tersebut.

“Pemerintah sudah berusaha yang terbaik untuk para nelayan, program mestinya sudah ada termasuk memberikan surat untuk pembelian BBM. Namun, APBD Kabupaten tidak cukup, makanya kami berharap ada bantuan dari APBD Provinsi dan APBN Pusat,” ujar Teguh saat dikonfirmasi kabartuban.com Rabu (30/03/2016). (lk/riz)

Populer Minggu Ini

Warga Sotang Pertanyakan Biaya Rp450 Ribu dalam Program PTSL

kabartuban.com - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang...

Keterangan Perangkat Desa dan Kades Bertolak Belakang di Sidang Kasus dugaan Pengelapan Lahan kades Tingkis

kabartuban.com - Sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan lahan yang...

Jelang Mudik Lebaran, Jalan Ring Road Tuban Rusak Parah

kabartuban.com - Menjelang arus mudik lebaran hari raya idul...

Proyek Sekolah Rakyat di Tuban Disosialisasikan, Tanggapi keluhan Warga Akibat Dampak Pembangunan

kabartuban.com - Penggarap pembangunan proyek Sekolah Rakyat (SR) di...

Pelapor Tolak Restorative Justice, Sidang Dugaan Penggelapan Lahan Kades Tingkis Berlanjut

kabartuban.com - Sidang kedua perkara dugaan penggelapan lahan yang...

Artikel Terkait