kabartuban.com – Guna meningkatkan pemanfaatan resi gudang untuk stabilitas harga produk pertanian yang cenderung menurun saat musim panen, Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban akan melakukan jemput bola.
“Kami akan jemput bola ke petani agar resi gudang ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Bismo Aji, sekalu Kepala Bidang Perdagangan, Disperpar Tuban kepada kabartuban.com Rabu (20/04/2016).
Bismo menjelaskan bahwa, tahun ini pemerintah kabupaten menargetkan serapan resi gudang sebanyak 135 ton hasil pertanian yang didapat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tuban. Guna memenuhi target tersebut, selain dengan jemput bola pemerintah juga akan mensosialisasikan program tersebut kepada petani dan kelompok-kelompok tani yang ada di Tuban.
“Target serapan resi gudang tahun ini minimal 135 ton,” jelas Bismo.
Bismo mengakui bahwa, pemanfaatan resi gudang saat ini belum maksmial, pada musim pertama tahun ini resi gudang hanya menyerap 56 ton hasil pertanian dengan kapasitas gudang mencapai 2.500 ton.
Belum maksimalnya pemanfaatan resi gudang tersebut menurut Bismo karena masih banyaknya petani yang mengandalkan tengkulak untuk membeli hasil pertanian mereka. Selain itu, masih diterapkanya sistem ijon (dibeli sebelum panen) membuat petani tidak memiliki pilihan lain untuk menjual hasil pertanian mereka selain kepada tengkulak.
Sistem resi gudang adalah tempat penitipan hasil produk pertanian pada saat masa panen raya untuk menghindari harga yang cenderung menurun. Dalam sistem tersebut petani dapat menitipkan hasil pertanian dan akan mendapatkan resi 70 persen dari hasil pertanian.
“Sembari menunggu harga stabil, resi gudang akan membayar 70%. Ini juga diharapkan dapat memotong mata rantaaai tengkulk yang kerap mempermainkan harga,” tutup Bismo. (lk/riz)
