Mahasiswa STITMA Gelar Demo Tuntut Puket III Mundur

kabartuban.com – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Mahdum Ibrahim (STITMA) Tuban kembali melakukan aksi. Kali ini para mahasiswa menuntut agar Pembantu Ketua Tiga, Sofyan Yunus mengundurkan diri atau dicopot dari jabatannya.

Aksi yang dilakukan di depan kantor Stitma tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan bersama pihak kampus pada dua  bulan yang lalu, yang mana ketua III, atas nama Sofyan Yunus dinilai tidak bisa menyelesaikan permasalah mahasiswa selama ini.

“Pada saat saat melakukan aksi tanggal 5 Oktober 2016 yang lalu juga tidak bisa menjawab aspirasi mahasiswa yang menjadi keluh kesah akan tidak adanya transparan anggaran selama ini,” ungkap ketua koordinasi, Habib Mustofa dalam orasinya, Kamis (26/1/2017).

Menurutnya, Dari hasil audiensi yang akan di adakannya tim untuk menyelesaikan persoalan kampus dengan target selesai pada  27 November 2016, Namun kenyataanya, pihak kampus masih dinilai melanggar peraturan yang sudah disepakati bersama.

“Masih ada pelanggaran dari pihak kemahasiswaan, hal tersebut jelas, kalau pihak kampus tidak serius untuk mengawal hasil tim,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Habib, adanya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) angkatan tahun 2015 juga tidak jelas. Selama 1,5 tahun tidak ada realisasinya. Hak masiswa yang semestinya menerima KTM sampai saat ini tidak ada.

“Terus kemana anggaran KTM yang diambil per mahasiswa sebesar Rp30 ribu. Ini yang menjadi bobroknya sistem birokrasi kampus,”tegasnya.

Sementara itu, Plt Ketua I,  Ainul Yakin, saat menemui pendemo menyatakan, mengenai KTM, mulai tahun 2012 sampai pada tahun 2015 udah ada laporannya, dan pada tahun 2016 wewenang KTM yang mencetak adalah piihak kopertis langsung.

“Kita inkludnya kan di Bank Mandiri, jadi yang mengurus KTM bank mandiri, sesui dengn SK kemenkuham, dan kami sudah koordinasi dengan pihak bank,” tuturnya.

Setelah itu, terkait dengan tutuntutan mahasiswa yang meminta agar ketua III turun, Ainul yakin tetap bersikuku untuk tidak menyetujui permintaan mahasiswa, meskipun dalam aksi tersebut pihak ketua III berrsedia mengundurkan diri dari jabatannya.

“Permasalahan ini tidak serta merta main copot jabatan begitu saja, semua ada prosedurnya, kalaupun para mahasiswa meninta ketua III turun harus sesuai dengan regulasi,  Puket III meletakkan jabatannya bukan hanya didepan mahasiswa seperti ini, tapi juga ada tanggung jawabnya di depan DPP,” paparnya.

Ainul Yakin menambahkan, pihaknya meminta agar mahasiswa memberi kesempatan satu semester lagi,agar Puket III dalam kepemimpinanya jika masih ada permasalahan bisa diperbaiki lagi. (cim)

 

Populer Minggu Ini

Kades Tingkis Janji Kembalikan Uang, Korban Terima Ganti Rugi Namun Dakwaan Tetap Dibantah

kabartuban.com - Persidangan perdana dugaan penggelapan yang menjerat Kepala...

Petani Kerek Mengeluh, DPRD Tuban, Desak Pembenahan Sistem Pupuk Subsidi

kabartuban.com - Sejumlah petani di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban,...

Tanpa SLF, Hotel Lynn Tuban Terancam kena Sangsi

kabartuban.com - Operasional Hotel Lynn Tuban tengah menjadi sorotan...

Musim Tanam ke Dua, Petani Kerek Kembali Menjerit Soal Pupuk Subsidi

kabartuban.com - Sejumlah petani di Kecamatan Kerek mengeluhkan sulitnya...

Tak Ada Lagi Kordik di Tuban, Pengawasan Sekolah Dialihkan

kabartuban.com - Restrukturisasi birokrasi kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Kabupaten...

Artikel Terkait