kabartuban.com – Busana Kebaya Jawa menjadi seragam resmi hari ini di Puskesmas Montong, Kabupaten Tuban. Busana kebaya digunakan seluruh pegawai perempuan puskesmas Montong untuk memperingati hati kartini yang jatuh pada hari ini, Sabtu (21/04/2018)
Nampak para perawat, bidan maupun tenaga administrasi puskesmas mengenakan kebaya jawa yang dipadukan dengan jilbab sesuai dengan bentuk dan warna kebaya yang mereka kenakan.
Kepala Puskesmas Montong, Dokter Tri Wahyuningrum mengatakan, kartini adalah sosok teladan wanita kuat Indonesia yang harus menjadi contoh wanita saat ini, kartini merupakan pejuang wanita untuk emansipasi pada masanya.
“Jadi dengan semangat kartini perempuan harus bisa mengeksplor setinggi-tingginya kemampuannya atau setara dengan laki laki, tetapi harus ingat ada batasnya kembali pada kodrat perempuan,” kata Kepala Puskesmas Wahyuningrum.
Menurut Kepala Puskesmas Montong itu, mengenakan kebaya pada peringatan hari Kartini adalah sebagai bentuk keteladanan perjuangan Kartini dimasa lalu, Kebaya juga simbol pakaian perempuan elegan, smart, dan bertanggungjawab, sebagaimana Kartini. Namun bahwa kesetaraan lanjut kepala Puskesmas Montong itu, bukan tanpa batas, wanita hatus tetap menjalani kodratnya sebagai istri dan ibu bagi anak-anak mereka.
“Elegan artinya pakaian perempuan itu harus terhormat, kalau muslim pakaian itu sesuai syariat. Smart artinya apapun profesinya perempuan itu harus pintar, baik dalam pekerjaan maupun sebagai istri dan ibu dalam keluarga. Tanggungjawab artinya setinggi apapun karier perempuan tetap kembali pada kodratnya seorang istri yang taat suami, dan sebagai madrasah pertama untuk anak-anaknya,” papar dokter Ningrum itu.
Sementara itu, salah satu perawat, Yessy mengaku, mengenakan kebaya tidaklah buruk, menurut dia kebaya adalah pakaian terbaik seorang wanita, meski saat ini kebaya tidak banyak digunakan untuk harian dan lebih sering untuk kegiatan dan acara reami.
“Memperingati hari kartini, tidak hanya kebayanya tapi kita hatus meneladani perjuangan kartini dan menghargainya,” terang Ibu dua anak itu. (Luk)
