kabartuban.com – Menjelang lebaran, jasa penukaran uang baru mulai menjamur dan bermunculan disejumlah jalan di Kabupaten Tuban. Salah satu jalan yang cukup ramai dengan aktiifitas jasa penukaran nampak di kawasan Jalan Basuki rahmad. Setidaknya terdapat lima hingga enam penjual jasa penukaran yang mangkal menawarkan uang baru kepada pengguna jalan.
Firman, salah satu penjual jasa penukaran asal Medan, Sumatera Utara, mengatakan, dirinya dan beberapa orang rekannya sudah mulai membuka penukaran uang baru sejak beberapa hari ini, tepatnya memasuki hari ke 15 Ramadan. Untuk menggelar lapaknya satu bulan sebelum ramadan, Firman sudah menukarkan uangnya dengan uang baru di bank
“Satu bulan sebelum puasa mas, saya sudah menukarkan uang saya ke bank lalu, saya jajakan gitu kepada pengguna jalan,” kata Firman
Dia mengaku, untuk modal dalam membuka jasa penukaran uang, dia menukarkan uangnya sebesar 35 juta ke bank dengan pecahan uang kecil dan baru. Dari jasanya itu, setiap penukaran akan dikenakan 10 persen dari nilai yang ditukarkan,
“Jasa penukaran 10 persen mas, misalkan uang Rp100.000 satu bandel pecahan Rp2.000 ditukar dengan Rp110.000, begitu seterusnya, pecahan Rp5.000 juga kena 10 persen,” kata Firman.
Sementara itu, Devi, warga yang memanfaatkan jasa penukaran uang mengatakan, sudah menjadi kebiasaan setiap lebaran, berbagi uang kecil untuk sanak saudara, terutama keponakan maupun tetangga yang masih kecil.
“Anak-anak sangat menyukai uang baru, makanya setiap lebaran tradisi uang baru ini selalu ada,” kata Devi.
Meski menambah 10 persen dari nilai nominal yang ditukarkan, menurut Devi, dirinya tidak keberatan, sebab menukar uang di bank takut antre. Disamping itu jika hanya menukarkan uang seratus sampai duaratus ribu ke bank tidak sebanding dengan lama antrenya.
“Ada jasa ini enak lah pokoknya, saya tukar sekarang biar nggak repot, kalau memberikan uang kepada keponakan nantinya nggak ribet, nggak harus ke bank dulu takut antre, orang mau nukar seratus dua ratus saja,” katanya. (hon)
