Salah Paham Ketersediaan Pupuk Subsidi, Pemkab Tuban Tegaskan Stok Pupuk Melimpah

kabartuban.com – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPP) Kabupaten melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ulfa Mei Sayekti memberikan klarifikasinya terkait kabar yang menerangkan jika pupuk subsidi di Tuban mengalami kelangkaan.

Melihat hal tersebut, Pemkab Tuban langsung menindaklanjuti dengan melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ketersediaan pupuk di gudang penyangga, menurut Ulfa Mei Sayekti ditemukan bahwa kondisi pupuk saat ini cukup dan melimpah.

“Selama perjalanan (dalam monev) kita cek ke kios-kios ada barangnya atau tidak dan kita foto untuk bukti dan stok berlimpah luar biasa,” ucap Ulfa saat ditemui di ruang kantor DKPP, Kamis (29/9/2022).

Ulfa sapaan akrabnya, menegaskan bahwa demi memastikan stok pupuk subsidi aman pihaknya langsung turun kepada sejumlah agen, distributor dan penyimpanan gudang pupuk subsidi.

Baca Juga: Petugas Gabungan Lakukan Razia Miras Ilegal di Tuban, Puluhan Botol Alkohol Disita

Adapun penyaluran pupuk subsidi bagi petani melalui data yang disesuaikan pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Jika dilihat Tuban sendiri tercatat ada 198.599 orang petani (NIK) dengan luas tanam 403.853 hektar yang tercatat pada e-RDKK 2022.

“Mulai dari keluar masuk pupuk sampai nanti ke kios-kios hingga para petani ambil pupuk itu semua terekam oleh sistem,” bebernya.
Proses penebusan pupuk subsidi dapat dilakukan pada Kios Pupuk Lengkap (KPL) pupuk

foto: Stok pupuk subsidi yang disediakan pemkab tuban untuk petani

dengan cara menggunakan kartu tani dan mereka cukup menggesek kartu tani pada mesin EDC yang disediakan. Kendati demikian, untuk para petani di Tuban Tuban dapat melakukan penebusan pupuk masuk memakai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Untuk diketahui, kesalahpahaman terkait ketersediaan pupuk subsidi di Tuban yang terjadi beberapa hari terakhir ini, Ulfa menyebutkan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya
Sementara itu, menanggapi perbedaan pernyataan terkait ketersediaan pupuk subsidi di Tuban yang terjadi beberapa hari terakhir ini, Ulfa menyebutkan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman antara salah satu petani di Tuban dengan pihak DKPP.

“Dia punya lahan 1,250 hektar dan sedikit cerita jika di bulan Mei dia sudah dapat satu paket, bulan Juni dapat 3 paket yaitu Phonska, Urea, dan Organik karena kan Juni masih 3, terakhir kemarin bulan Agustus tanggal 20. Lah sampai muncul berita seperti ini beliau itu maunya pada bulan September minta lagi,” tegasnya.

Tambah Ulfa, menurutnya petani tersebut melakukan pembelian pupuk subsidi dengan jumlah yang banyak dikarenakan untuk jaga-jaga pada pemupukan kedua sebab pemupukan petani terjadi pada 2 sampai 3 kali.

“Cuma kalau dia seperti ini kan petani lainnya nanti tidak dapat pupuk, karena toh nantinya datang lagi (dropping) lagi. Cuma waktu menunggu itu dia nggak sabar,” bebernya. (hin/dil)

Populer Minggu Ini

Tuban Jadi Titik Pantau Hilal, 42 Lokasi di Jatim Disiagakan Meski Posisi Bulan Masih Rendah

kabartuban.com - Kabupaten Tuban menjadi salah satu titik penting...

Nastar Cengkeh Jadi Pembeda, UMKM Kue Kering di Tuban Andalkan Resep Keluarga

kabartuban.com – Di tengah menjamurnya bisnis kue kering saat...

H-2 Lebaran Diprediksi Jadi Puncak Mudik, Posyan Tuban Siaga Layani Pemudik

kabartuban.com - Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai puncaknya...

Ramadan 1447 H, Tim EW GRR Tuban Salurkan 950 Paket Sembako untuk Warga Enam Desa di Jenu

kabartuban.com - Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan tim Project...

Kades Tingkis Divonis 10 Bulan Penjara, Pelapor Soroti Dugaan Keterlibatan Perangkat Desa

kabartuban.com - Kasus penggelapan dan penipuan yang menjerat Kepala...

Artikel Terkait