Ada Oknum Orangtua Palsukan Sertifikat, Orangtua lain Mengaku Kecewa

kabartuban.com – Sejumlah wali murid dan siswa yang sedang mendaftar di SMPN 1 Tuban mengaku kecewa dan was-was. Kekecewaan wali murid ini menyusul adanya indikasi oknum wali murid yang memalsukan sertifikat demi mendapatkan poin tinggi agar dapat masuk di SMP paling favorite di Tuban itu.

“Saya kecewa mas, dengan beberapa wali murid yang memalsukan seperti itu untuk mendongkrak poin, imbasnya kan yang lain gitu. Kita jadi gak punya kesempatan,” ujar Novi, salah satu wali murid yang ditemui di SMPN 1 Tuban.

Dirinya mengatakan, pemalsuan itu sangat merugikan bagi murid lain, sebab mereka bisa jadi tidak memiliki kesempatan karena poin tergeser oleh siswa yang ternyata menggunakan sertifikat palsu untuk mendongkrak poin.

“Kita yang lain ini dirugikan, karena anak kita bisa saja tidak memiliki kesempatan gara-gara poin tergeser oleh sertifikat atau piagam palsu” katanya.

Para wali murid meminta pihak sekolah selektif dan tidak mudah menerima sertifikat yang diberikan calon pendaftar. Menurut mereka jangan sampai siswa yang sungguh-sungguh akhirnya tergeser oleh oknum orangtua yang curang.

Dikonfirmasi diruangannya, Kepala SMPN 1 Tuban, Mukmanan membenarkan soal pemalsuan sertifikat yang dilakukan oleh oknum orangtua calon siswa, pihak sekolah selanjutnya mengklarifikasi wali murid yang bersangkutan kemudian mengembalikan berkas pendaftaran siswa yang dimaksud.

Wali murid yang terindikasi memalsukan sertifikat sudah kami minta keterangan atas pemalsuan tersebut, Dia kemudian minta lagi berkas pendaftaran anaknya,” jelas Mukmanan.

Dia menambahkan, ada beberapa wali murid yang melapor soal pemalsuan itu, namun semua laporan akan di kroscek kebenaranya untuk ditindak lanjuti lagi.

“Kami terima laporan dari wali murid, laporan juga harus harus ada bukti nantinya kami kroscek lagi benar atau tidaknya,” lanjutnya.

Terkait kasus tersebut, pihak SMPN 1 Tuban akan melakukan penyesuaian atas poin siswa yang terbukti menggunakan sertifikat palsu, dengan mengurangi poin dari sertifikat yang ternyata tidak asli. Pihak sekolah juga menyesalkan atas kejadian tersebut dan meminta orangtua siswa tidak melakukan tindakan tindakan curang berupa pemalsuan.

“Kita kurangi poin siswa yang terbukti benar melakukan tindakan itu,” tegasnya.

Jika pihak sekolah hanya akan mengurangi poin siswa yang terbukti menggunakan sertifikat palsu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban mengatakan, jika siswa bermasalah atau orangtua yang memalsukan sertifikat gugur saja, agar kuotanya bisa digunakan siswa lain.

“Ya gugurlah yang itu, biar siswa lain aja, pendidikan itu untuk membentuk karakter, kalau awalnya sudah begitu bagaimana,” kata Astuti Prihatin. (Hon)

Populer Minggu Ini

Diduga Hindari Kucing, Pickup Oleng Tabrak Pekerja SIG hingga Tewas

kabartuban.com - diduga Niat menghindari seekor kucing di jalan...

Kwan Sing Bio kembali Memanas, Dugaan ‘Dewa Dicuri’ Diselidiki Polisi

kabartuban.com – Penanganan dugaan percobaan pencurian patung Dewa Kwan...

Rumah Warga Bancar Terbakar Diduga Akibat Korsleting, Kerugian Capai Rp100 Juta

kabartuban.com - Kebakaran melanda sebuah rumah milik warga di...

Protes Warga Berbuah Hasil: Jalan Rusak Akibat Truk Urukan KDMP Siap Diperbaiki

kabartuban.com - Aksi protes puluhan warga Desa Menyunyur, Kecamatan...

Korban Bertambah, Tekanan Muncul: Kasus Bullying SMP di Jenu Kian Memanas

kabartuban.com - Kasus perundungan siswa SMP yang sempat viral...

Artikel Terkait