Akankah Bupati Lindra Bangkitkan Terminal Wisata ‘Warisan’ Sang Ibu Bupati Haeny

265
Foto Terminal Kambang Putih

kabartuban.com – Terminal Type A (TTA) Kambang Putih Tuban dibangun di era Bupati Haeny Relawati Rini Widyastuti  (Ibu dari Bupati Lindra) pada tahun 2005 dan diresmikan pada tahun 2006. Sejak dibangun hingga saat ini, terminal tersebut gagal beroperasi seperti yang diharapkan.Tepatnya pada tahun 2011 Bupati Tuban berganti, dan selama 10 tahun menjabat, Hudanoor juga tidak mengeluarkan inovasi kebijakan yang mampu membangkitkan TTA sebagai pusat transportasi warga Tuban.

Waktu berjalan dan proyek ambisius di jaman Bupati Haeny itu semakin terbengkalai, hingga pada tahun 2017 Kementerian Perhubungan mengambil alih TTA Kambang Putih Tuban. Koordinator Satuan Pelayanan (Korstapel) TTA Kambang Putih Tuban, Koesdiono bahwa hingga saat ini terminal tersebut hanya menjadi tempat perlintasan saja, bukan tempat pemberangkatan maupun pemberhentian akhir.

“Jadi terminal ini adalah terminal perlintasan. Setiap hari memang ada bus yang masuk, tapi karena hanya perlintasan jadi ya terlihat sepi,” ujarnya.

Baca lainnya: https://kabartuban.com/kidung-sumurup-bupati-lindra-berharap-kembangkan-pantai-boom/32159

Adapun pada era saat ini, Bupati Tuban dipegang jabatan oleh Aditya Halindra Faridzky yang merupakan anak kandung dari Bupati Haeny Relawati rupanya belum mampu mengaktifkan Kembali terminal yang dibangun di atas tanah reklamasi hingga menelan anggaran sebanyak 31 Miliyar yang diambil dari dana APBD.

Berdasarkan informasi yang diterima kabartuban.com terkait TTA, pada tahun 2022 Dirjen Hubdat sempat datang ke Tuban dan bertemu dengan Pemkab, dalam pertemuan tersebut sudah dibicarakan opsi kolaborasi Kementerian Perhubungan dengan Pemkab Tuban untuk Revitalisasi TTA Kambang Putih Tuban. Namun hingga saat ini belum ada respon dari Pemkab Tuban.

Dikonfirmasi oleh kabartuban.com Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (Dlh Hub), Bambang Irawan enggan memberikan banyak tanggapan, ia mengatakan TTA Kambang Putih tersebut merupakan kewenangan daripada pusat.

“Kalau berbicara mengenai Terminal Type A semua hal tersebut merupakan kewenangan dari pusat,” tegasnya.

Hingga saat ini masyarakat Tuban tidak memiliki pusat transportasi yang dapat memudahkan kebutuhan transportasi publik masyarakat. Bupati baru Lindra yang merupakan putra Bupati Haeny Relawati Rini Widyastuti dimana pada masanya membangun TTA, hingga saat ini juga tidak menunjukan sinyal positif dalam membangun pusat transportasi di Kabupaten Tuban.

Dalam kesempatan kegiatan Kidung Sumurup di Pantai Boom Tuban, Bupati Lindra sempat menyebut TTA. Namun tidak bicara bagaimana kelanjutan ‘buah karya’ ibundanya saat menjabat sebagai Bupati tersebut.

“Dulu skemanya jaman ibu saya menjadi Bupati, Pantai Boom ini mau nyambung dengan terminal wisata,” kata Lindra dalam sambutannya, Jum’at (01/07/2022).

Bupati Lindra mengatakan pada tahun 2022 ini, pihaknya akan melakukan renovasi dan kerjasama dengan seluruh pihak yang ada untuk meuwujudkan konsep baru Pantai Boom Tuban. Tanpa mengatakan bagaimana keberlanjutan TTA Tuban.

Sementara itu, sebagian besar masyarakat Tuban sangat menyayangkan kegagalan TTA beroperasi dan menjadi pusat transportasi publik di Tuban. Joko (45) Warga Desa Kembangbilo mengatakan dirinya berharap agar segera dilakukan perbaikan maupun langkah agar bangunan yang besar ini (TTA) dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Ia menyanyangkan bangunan besar yang menelan anggaran tidak sedikit itu rusak dan hancur ditelan waktu tanpa ada manfaat semestinya.

“Saya sangat menyayangkan, dimana bupati baru pun tidak ambil tindakan. Istilahnya “eman” kalau tidak digunakan dengan sebaik mungkin, saya juga membayangkan bila ini beroperasi dengan baik perekonomian di daerah sekitar juga tumbuh lebih pesat. Cuma ya itu memang lokasi kurang strategis karena jauh dari mana-mana,” ujarnya saat diwawancarai media ini secara langsung. (hin/im)