Asyura, Bubur Syuran Jadi Adat Warga

380

bubur1kabartuban.com – Bagi umat Islam, hari ini merupakan salah satu hari yang penting atau disebut dengan hari Asyura. Hari Asyura atau hari ke 10 di bulan Muharam merupakan salah satu hari yang dimulyakan oleh umat Islam. Bagi sebagian masyarakat muslim di Tuban, sejumlah kegiatan dan budaya keagamaan sederhana kerap dilakukan pada hari Asyura.

Seperti telah disunahkan atau dianjurkan dalam agama Islam, sebagian kaum muslimin berpuasa pada hari ini sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Selain itu, salah satu adat masyarakat muslim di Kabupaten Tuban setiap hari Asyura adalah membuat “bubur syuran”. Bubur dengan masakan kuah lodeh dan daging ayam ini kemudian dibawa ke mushola untuk didoa’akan dan dimakan bersama, Senin (3/11/2014).

Kyai Muhtadi mengatakan, “Bubur syuran ini dibuat untuk mengormati bulan Asyura. Hal ini sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat setiap hari asyura,” tutur tokoh masyarakat di Dusun Ngablak Desa Sumberjo Kecamatan Merakurak tersebut.

Lebih lanjut Kyai Muhtadi mengatakan, “Kita biasanya mulai berpuasa di hari ke sembilan atau hari tasyu’a kemudian dilanjutkan puasa pada hari ke sepuluh bulan Muharam ini atau disebut dengan hari asyura.

Selain berpuasa, beberapa kesunahan yang biasa dilakukan oleh masyarakat adalah sedekah kepada fakir miskin dan membaca surat al-ihlas seribu kali. Karenanya, dimana – mana bisa sampeyan lihat banyak kegiatan sedekah fakir miskin dan anak yatim pada hari Asyura, atau paling tidak di bulan Muharam ini.

Ini adalah tradisi keagamaan yang patut untuk dilestarikan dan istiqomah,” ungkap Kyai Muhtadi panjang lebar.

Sementara itu, sejumlah kelompok majlis ta’lim putri yang ada di Kota Tuban nampak mengadakan kegiatan santunan fakir miskin dan anak yatim piatu.  Seorang pengurus majlis di Kelurahan Sidorejo, Bu Hanif mengatakan, “Kebaikan ini harus terus dilakukan. Meskipun banyak masyarakat saat ini yang tidak memperdulikan kegiatan keagamaan, namun sebisa mungkin kita harus melaksanakan dalam rangka syi’ar dan peningkatan ketakwaan masyarakat,” tutur istri Ketua Syuriah Nahdlatul ‘Ulama ranting Sidorejo ini. (ris/im)