Bawa Hasil Garapan, Petani Wadul Pemkab

510
Demo Mlangi (2)kabartuban.com – Sejumlah Warga Desa Mlangi Kecamatan Widang Kabupaten Tuban kemarin datangi kantor Wakil Bupati untuk minta penegasan atas ganti rugi lahan tanah negara (TN) yang selam ini ia garap sebagai sumber penghidupan mereka, yang kini dibangun Proyek Waduk Jabung Ring Dyke didesa Setempat, menyusul penyelesaian uang gantirugi tak kunjung cair hingga saat ini.
Warga yang didampingi oleh salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) Karep ini ditemui wakil bupati Tuban Ir.H. Noor Nahar Hussein, M.Si didampingi oleh Sekda Drs. Heri Sisworo, Kabag Hukum, Satpol PP di gedung putih komplek kantor Pemkab Tuban (28/10).
Diterangkan, terdapat 600 hektar lahan garapan warga yang kini akan difungsikan sebagai waduk Jabung, namun dari jumlah yang ada itu, baru sebagian yang menerima ganti rugi, itupun dinilai warga banyak yang tidak tepat sasaran, pasalnya sebagian penerima kompensasi itu sebenarnya bukan penggarap atau yang memiliki hak atas kompensasi.
”Kami menilai ada permainan karena yang sebenarnya tidak berhak malah dapat, mereka itu petani-petani berdasi,” Ujar Madekan pendamping warga Mlangi dari LSM Karep ini.
Menanggapi permasalahan tersebut Wakil Bupati Tuban Noor Nahar mengaku akan membantu dan memfasilitasi persoalan yang di hadapi warga, salah satunya akan mengumpulkan kembali warga dengan seluruh perangkat desa Melangi, serta Muspika Kecamatan Widang Tuban untuk membahas dan mencari solusi terbaik atas persoalan yang ada.
“Kami hanya bisa menfasilitasi saja, nanti kami akan lakukan rapat dan dialog bersama para penggarap (petani) dengan seluruh perangkat Desa Melangi termasik  Camat Widang, dan BPN” kata Wakil Bupati Noor Nahar dihadapan warga.
Sementara itu, salah satu warga Tahir (77) warga Mlangi yang juga penggarap lahan mengikuti pertemuan mengaku sudah menunggu dana kompensasi yang semenstinya diberikan sejak 2011 lalu, namun kenyataanya hingga hari ini, kompensasi yang akan diberikan pihak penggarap tidak kunjung diterima Tahir.
“Mulai 2011 mas, katanya mau diberikan kompensasi karena tanah di buat waduk, sebagian sudah dapat tapi kok sampai saat ini saya dan warga lainya belum dapat,” aku Tahir singkat.
Dalam pertemuan itu, warga juga membwa sejumlah hasil pertanian mereka yang setelah ini tidak bisa lagi di rasakan warga karena lahan mereka telah dibangn waduk. hasil pertanian itu berupa semangka, melon dan buah Blewah. (kh)