kabartuban.com – Demi memperoleh kejelasan atas surat yang berisi persetujuan pembayaran pembebasan lahan melalui pihak bank, warga Desa Mentoso dan Remen, Kecamatan Jenu Tuban rela meninggalkan pekerjaan mereka sehari-hari. Warga memilih berbondong-bondong menuju Kantor Kecamatan Jenu untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Sampurno, warga Mentoso mengatakan, dirinya meninggalkan sawahnya demi mengikuti unjukrasa di Kantor Kecamatan Jenu, menurutnya jika persoalan itu tidak segera tuntas akan banyak menyita waktu warga yang berprofesi sebagai petani.
“Kalau hari ini nggak kerja mas, kalau nggak diperjuangkan tanah saya, terus saya nanti kerja gimana,” katanya.
Dirinya berharap persoalan tersebut segera selesai, dan pihak-pihak terkait juga tidak usah terus menerus memaksa warga untuk membebaskan lahan mereka untuk kepentingan pertamina. Apalagi tiba-tiba muncul adanya persetujuan pembayaran yang ditandatangani kepala desa dan diketahui camat, seolah olah warga telah setuju dengan pembebasan itu.
Senada dengan Sampurno, Tulus, warga Desa Remen yang sehari hari berternak ayam juga ikut meninggalkan perkerjaannya, beberapa kali berunjukrasa di kantor desa juga sudah dia lakukan sebelumnya agar persoalan itu cepat selesai.
“Penasaran mas, surat yang ditadaatangani ,kades seolah kami sudah setuju membebaskan lahan, ” kata ewaga lainya yang ikut demo. (Hon)
