kabartuban.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban menegaskan salah satu penyebab naiknya angka kemiskinan di Tuban disebabkan inflasi harga sejumlah kebutuhan dasar rumah tangga. Survey BPS Tuban untuk mengukur tingkat kemiskinan dengan mengunakan konsep kemampuan daya beli perkapita setiap keluarga menunjukkan kenaikan angka kemiskinan sebesar 0,06 persen disebabkan inflasi harga kebutuhan pokok.
“Secara tidak langsung naiknya kebutuhan pokok jelas berpengaruh terhadap masyarakat dan memicu naiknya tingkat kemiskinan,” terang Kepala BPS Tuban, Prayogo saat ditemui kabartuban.com di kantornya, Sabtu (08/07/2017).
Dikatakan, dengan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs appoarch), yang diterapkan pihaknya bisa mengukur dari sisi pengeluaran setiap penduduk, baik kebutuhan dasar makanan maupun non makanan. Dengan demikian pihaknya bisa mengetahui rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan atau tidak.
“Warga atau rumah tangga dikatakan miskin jika pengeluaran perkapita perbulan di bawah Rp 295 ribu, yang menjadi patokan garis terendah menurut Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas),” katanya.
Tim kita, lanjutnya, datang ke lapangan untuk mengkroscek semple yang telah ditentukan oleh pusat, mulai dari makannya apa, ikan yang dimakan apa saja, anaknya sekolah apa tidak, setiap sekolah dikasih uang jajan berapa.
“Kalau kerja makan siangnya di luar atau pulang, itupun kita catat semua, termasuk pengeluaran lain seperti handpone, pulsa, pakaian dan lainnya,” ungkap Prayogo.
Lebih lanjut pria yang telah 3,5 tahun memimpin BPS Tuban ini menjelaskan, metode sensus BPS Tuban digunakan skala nasional. Keakuratannya valid, dan hasilnya bersifat makro. Apabila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban ingin mengetahui data mikro dapat mengacu data Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015.
“Setelah kita menghadap dan menyerahkan data kemiskinan tahun 2016 kepada bupati sebesar 17,14%, beliau tidak terkejut, karena selama Bupati Fathul Huda blusukan masih banyak kemiskinan yang ditemui di setiap kecamatan,” pungkasnya. (pul)
