kabartuban.com – Jasa penukaran uang pecahan kecil dan baru mulai bermunculan memasuki pertengahan bulan ramadan. Seakan sudah menjadi tradisi, kedatangan orang-orang yang menawarkan jasa tukar uang pun sudah disambut warga yang akan berbagi angpau (amolop) bagi sanak saudara mereka saat lebaran idul fitri, terutama yang masih berusia anak anak.
“Anak-anak suka sekali kalau dapat amplop isinya uang baru pecahan kecil,” ujar Novi warga Kecamatan Kerek yang menukar uang (08/6/2017).
Novi sendiri mengaku memiliki banyak keponakan, yang hampir setiap tahun dia bagi angpau, mulai pecahan Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000. Anak-anakpun juga seakan sudah terbiasa dengan tradisi yang juga dikenal dengan salam tempel ini.
“Anak-anak sudah menanti mas kalau ponakan gak dikasih sudah tanya salam tempelnya mana,” terang perempuan dua anak ini.
Sementara itu, seorang penjual jasa penukaran uang, Darno mengaku sudah setiap tahun menyediakan jasa penukaran dan mangkal di jalan Basuki Rachmad untuk menunggu warga yang membutuhkan uang kecil baru.
“Sudah lama mas tahunan menyediakan jasa tukar, ya hampir selalu ditenmpat ini,” katanya.
Untuk mendapatkan uang kecil, Darno menukarkan uang dari beberapa bank terkemuka yang menyediakan jasa penukaran, dari penukaran di bank itu, kemudian dia jual atau tukar setiap satu bendel dengan nominal Rp100.000 dengan harga Rp110.000 per bendel.
“Untungnya sepuluh ribu, satu bendel seratus ribu dijualnya seratus sepupuh,” imbuh Darno.
Pantauan kabartuban.com, disejumlah jalan dikawasan kota terdapat beberapa penyedia jasa penukaran uang kecil, mereka mangkal di tempat-tempat yang cukup ramai pengguna jalan. Seperti Basuki Rachmad, Jalan Sunan Kali Jaga dan jalan lain dikawasan kota. (Luk)
