kabartuban.com – Pemandangan tak biasa nampak disejumlah pemakaman umum di Kabupaten Tuban di Hari Raya Idul fitri ini. Sejak pagi hingga sore tadi nampak warga berbondong-bondong pergi ke makam untuk mendoakan keluarga dan sanak saudara yang sudah meninggal dunia.
Tradisi yang sudah turun temurun ini salah satunya dilakukan Gholib, peziarah asal kelurahan Doromukti yang berkunjung ke makam untuk mendoakan keluarganya di pemakaman umum setempat.
Menurutnya tradisi tersebut dilakukan agar anak-anak ingat dengan keluarganya yang sudah meninggal. Sekaligus mendoakan mereka di hari yang penuh ampunan ini.
“Ini sudah tradisi bagi saya dan keluarga saya, supaya anak-anak nggak lupa sama buyutnya,” kata Gholib
Dia menambahkan, selain untuk mengirim doa kepada keluarganya yang telah meninggal, harapanya, dengan melaksanakan tradisi nyekar kemakam leluhur anak-anaknya bisa melanjutkan tradisi tersebut kelak jika dirinya sudah meninggal.
“Anak juga belajar, nanti biar diteruskan kalau seumpama saya nanti tak ada, mereka yang meneruskan mendoakan saya,” imbuh Gholib.
Sementara itu, tradisi nyekar ke makam leluhur rupanya juga membawa berkah bagi penjual bunga disekitar pemakaman, salah satunya Anis, banyaknya pengunjung makam membuat dagangan bunga mereka lebih laris dibanding hari biasanya. Sudah beberapa tahun ini, setelah sholat Idul Fitri, Anis sengaja membuka lapaknya karena moment seperti ini, merupakan berkah bagi dirinya.
“Awal puasa jualan tapi tutup lagi, waktu habis sholat eid langsung jualan habis itu kunjungi rumah-rumah keluarga,” ujar Anis. (Hon)
