Peningkatan Ekonomi Tuban Masih Di Atas Kertas

Pedagang di pasar baru misalnya, banyak dari mereka mengaku pendapatannya justru semakin menurun. “Kalau dibandingkan dulu sangat jauh sekali. Ibaratnya, pendapatan di pasar dulu bisa buat bangun gedung, sekarang hanya cukup buat bangun gubuk,” ucap Rudi.

Lebih lanjut pedagang barang elektronik, pigura, dan peralatan sekolah itu mengatakan, “Banyak penyebabnya mas. Diantaranya, munculnya swalayan – swalayan kecil maupun besar itu, sangat mempengaruhi daya beli masyarakat di pasar. Tidak hanya saya, semua pedagang di sini merasakan. Apalagi sekarang di mini market sampai swalayan besar, jualannya ada semua, sampai sayur mayur mereka juga jual,” terangnya.

Menurutnya, kebaradaan mini market dan swalayan itu sangat berpengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat di pasar tradisional, dan ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Meskipun hal itu bukanlah penyebab utama, dan banyak hal yang sangat mempengaruhi.

Sementara itu, dari sejumlah informasi yang dihimpun wartawan media ini, para pekerja, karyawan atau buruh masih banyak yang mendapatkan penghasilan jauh dari standart Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Dari sejumlah sumber, diketahui karyawan di toko – toko, swalayan, serta mini market di Tuban berada pada kisaran 750 ribu s.d 1,2 juta. Untuk buruh pabrik dan pekerja pabrik swasta berikisar antara 1 juta s.d 1,7 juta per bulan.

Sedangkan UMK Kabupaten Tuban 2015 berada pada nilai 1.575.000 rupiah, dan itu masih di bawah standart Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Jawa Timur, yang rata – rata mencapai 1,8 juta rupiah.

Berdasarkan sejumlah fakta data dan realitas ekonomi masyarakat yang ada, maka tidak heran jika banyak masyarakat Tuban yang menilai bahwa peningkatan laju ekonomi di Tuban hanya sebatas di atas kertas saja. Khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah, masih sangat jauh untuk bisa dikatakan meningkat dalam laju perekonomiannya.

Salah satu pengusaha material dan bahan bangunan di Tuban, Tarmani mengatakan, “Kalau dibilang ekonomi masyarakat Tuban meningkat, saya kira kok nggak seperti itu. Wong yang kelihatan sukses itu, rata – rata pendatang dari luar kota, atau mungkin sudah mbahnya orang kaya. Kalau orang kaya baru, itu sih yang beruntung dan yang dekat sama kekuasaan saja,” katanya, saat ditemui di tempat kerjanya, Kelurahan Sidorejo Tuban. (im)

Populer Minggu Ini

Warga Sokosari Sampaikan Keluhan soal Aktivitas Truk, Perusahaan Bantah Abai dan Klaim Sudah Responsif

kabartuban.com - sejumlah warga Desa Sokosari, Kecamatan Soko, mengeluhkan...

Batu Isian Ambrol Seusai Hujan, Proyek Bronjong Senilai 9,7M di Sumurgung Disidak Dinas PUPR dan Kejari

kabartuban.com - Proyek Bronjong di Desa Sumurgung, Kecamatan Montong,...

SBI Tuban Raih Penghargaan Industri Terbaik, Bukti Nyata Transformasi Energi Bersih

kabartuban.com - Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI)...

Gedung Baru PA Tuban Mulai Difungsikan, Peresmian Dihadiri Bupati dan Perwakilan PTA Jatim

kabartuban.com -Setelah melewati fase panjang penganggaran hingga proses pembangunan,...

Terekam CCTV, Pencuri Celana Dalam Resahkan Warga Borehbangle Tuban

kabartuban.com - Seorang pria tidak dikenal di Desa Borehbangle,...

Artikel Terkait