kabartuban.com – Sumur minyak tua dilapangan Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban yang dikelola pemerintah melalui Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT), mulai rutin memproduksi minyak mentah, Sabtu (22/7/2017)
Meski hasilnya belum sesuai target alias belum maksimal, sumur tua ini sudah menghasilkan minyak mentah 5.000 liter per tiga hari yang selanjutnya dikirim ke Pertamina EP Cepu.
“Alhamdulillah meski masih labil produksinya, antara 20 sampai 30 persen,” ujar Direktur PDAT, Cucuk Dwi Sukwanto.
Menurut Cucuk salah satu sumur yang dikelola PDAT, yakni sumur 6, memulai produksinya sejak Februari tahun ini, dengan jumlah total produksi 50 ribu liter sampai akhir semester pertama. Jumlah itu sudah dikirim seluruhnya ke pertanina EP dan masih ada beberapa tangki berukuran 5.000 liter yang saat ini ada dilapangan sudah siap dikirim.
“Kita secara resmi produksi mulai Februari, memang hasilnya tidak terlalu besar, namun harapan kita dapat memaksimalkan sepuluh sumur yang menjadi tanggungjawab kita,” jelas Cucuk
Diakui, memang tidak mudah mengelola sumur tua, pasalnya setelah ditinggl puluhan tahun mulai jaman Belanda. Banyak sumur yang tidak dirawat yang akhirnya penuh sampah dan batu maupun kayu didalam lobangnya.
“Didalam sumur itu tidak dapat diprediksi, selain sampah material bekas peralatan pemboran juga kadang kita temukan didalam sumur, seperti yang saat ini tengah kita lakukan dibeberapa sumur lain,” imbuh Cucuk.
Untuk diketahui, berproduksinya sumur tua di lapangan Gegunung, yang dikelola pemerintah akan menambah pundi-pundi pendapatan daerah. Pemerintah Daerah juga terus berupaya memaksimalkan sumur lain yang menjadi tanggungjawabnya, yakni 10 sumur tua, dilapangan yang pernah dikelola masyarakat setempat. (Luk)
