kabartuban.com – PT Semen Indonesia ajak pemuda dan mahasiswa bicara baik di media sosial, melalui pelatihan bertajuk “Tuban Bicaa Baik” bersama sedikitnya 50 penggiat sosial, dari Tuban, Rembang, Bojonegoro dan Lamongan.
Berlokasi di ruangan Sinabung gedung auditorium PT Semen Gresik, kegiatan juga menghadirkan sejumlah pembicara, seperti Dave Jephcott, yang dikenal sebagai Londo Kampong, Social Media Influencer, Syafiq Pontoh, Social Media Expert, dan komika Fico Fachrezi, yang turut meramaikan kegiatan, dengan stand up comedinya yang mengocok perut.
Kepala Biro Hubungan Media Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan, kegiatan pelatihan media sosial menjadi ajang media sharing dan berbagi pengetahuan bagi warganet terutama anak muda yang ada di Tuban dan sekitarnya.
“Sebelumnya, semacam ini telah diadakan di Rembang dan Surabaya,” ungkap Sigit.
Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, pelatihan media sosial diadakan di lokasi Pabrik Tuban. Kemudian para peserta diajak untuk melihat secara langsung proses produksi Semen dan pengelolaan lahan pasca tambang yang dilakukan oleh Semen Indonesia untuk memberi pengetahuan mengenai industri persemenan.
“Generasi muda yang masih dalam proses pendidikan harus mendapatkan perhatian utama dalam menghadapi persaingan utamanya di era digital saat ini. Dimana media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan,” katanya.
Dengan diskusi tersebut, diharapkan para pengguna media sosial lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan menyebarkan informasi–informasi yang positif dan bermanfaat.
Sementara itu, Syafiq Pontoh, salah satu pembicara mengatakan, penting menjadi pengguna sosial media yang baik dan bijak, agar tidak menjadi penyakit bagi lingkungan dan diri sendiri.
“Jika kita sering menyebarkan berita tidak baik, informasi yang tidak baik, maka yang akan muncul pada sosial media kita juga yang tidak baik itu,” katanya.
Menurut dia, pengguna sosial media juga harus menciptakan lingkungan positif dalam akun media sosialnya, agar konten yang muncul adalah konten yang baik, sebab jika yang di like atau disukai bukan konten yang baik, maka saran yang akan muncul juga konten tidak baik.
“Jika sering mendapatkan konten yang tidak baik, secara pisikis akan memberikan pengaruh kurang baik bagi diri sendiri,” imbuhnya. (Luk)
