Sosialisasi Berjalan Alot, Warga Desa Rahayu Tolak Hasil Kajian LPPM ITS

kabartuban.com ­- Pertemuan  yang  diadakan di pendopo Kecamatan Soko, Tuban antara pihak pemerintah Desa Rahayu dan pihak Joint Operating Body – Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEJ) masih berjalan alot. Karena dalam hal ini Pemerintah Desa bersama perwakilan masyarakat menolak adanya sosialisai hasil kajian Flare CPA dari tim LPPM ITS.

“Kita masih berpegang teguh pada kesepakatan bersama yang dibuat pada tahun 2009, mau dampak itu dibawah atau diatas ambang batas, kita tetap berpegang teguh pada kesepakatan, karena dalam kesepakatan tersebut tidak ada batasan waktunya,” terang Sukisno selaku kepala Desa Rahayu saat rapat sosialisasi hasil kajian dari LPPM ITS, Senin (3/10/2016).

Masih terang Sukisno, sesuai dengan risalah rapat yang diadakan di Balai Desa Rahayu pada 20 September 2016 lalu, antara perwakilan masyarakat dan pihak JOB PPEJ  pihaknya tetap menolak sosialisasi hasil kajian dari tim  LPPM ITS sebelum kompensasi selama 8 bulan dibayar.

“Kita akan tetap menuntut hak kami, jika nanti kedepannya kompensasi mau dibayar atau tidak, yang penting kompensasi selama 8 bulan dibayar dulu, setelah itu silahkan kalau mau diadakan sosialisasi hasil kajian dari tim LPPM ITS,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Field Administrationt Superintendent (FAS) Akbar Pradima mewakili pihak JOB PPEJ menyatakan bahwa persoalan kompensasi adalah keputusan dari  SKK Migas selaku pemegang kebijakan, dan pihaknya tidak punya wewenang untuk memutuskan.

“Saya harap permasalahan ini cepat selesai dan tidak sampai berlarut-larut,” ungkapnya.

Akbar menambahkan, hasill kajian dari LPPM ITS adalah sebagai dasar untuk menyampaikan permasalahan kompensasi, tapi berhubung hasil kajian dari LPPM ITS tidak diberikan waktu untuk menyampaikan, pihaknya mengaku  tidak punya dasar lagi untuk menyampaikan masalah kompensasi ini ke SKK Migas Pusat.

“Saya khawatir nanti masyarakat tetap ngomong kalau selama ini belum disampaikan sosialisasinya, selama ini kan itu yang berkembang di masyarakat, kami akan tetap bantu semaksimal mungkin tapi kita tidak tahu bagaimana hasil kedepannya,” tutupnya. (har)

Populer Minggu Ini

Pemutakhiran Barcode Biosolar Dinilai Tepat Sasaran, Pakar Dukung Langkah Pertamina

kabartuban.com - Pemutakhiran data barcode untuk pembelian Biosolar dinilai...

DPRD Tuban Soroti Limbah Cucian Kuarsa di Jenu, Sungai Dangkal, Petani–Nelayan Tercekik

kabartuban.com - Gelombang keluhan warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban,...

Meski Izin Menggantung, Kirab Kimsin di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Diserbu Ribuan Pengunjung

kabartuban.com - Di tengah ketidakpastian izin keramaian dari kepolisian,...

May Day 2026 di Tuban, Ribuan Buruh Turun ke Jalan, Bupati Janjikan Realisasi Semua Tuntutan

kabartuban.com - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day...

DLHP Sidak 25 Titik Cucian Kuarsa, Dampak Lingkungan Jadi Sorotan

kabartuban.com - Ancaman kerusakan lingkungan di wilayah pesisir utara...

Artikel Terkait