Tahun 2030 Jatim Sepakat Akhiri Epidemi AIDS

15
Kepala Dinkes Jatim Dr Erwin Astha Triyono

kabartuban.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim) berkomitmen untuk melakukan pencegahan serta pengendalian HIV dimana Indonesia dan berbagai negara di dunia telah sepakat mengakhiri Epidemi AIDS menuju tercapainya Ending AIDS 2030.

“Oleh karena itu, kita harus mampu menurunkan kejadian infeksi baru HIV sebesar 90% dibandingkan infeksi baru tahun 2010, menurunkan kematian terkait AIDS, dan menghapuskan stigma serta diskriminasi terhadap orang dengan HIV.” jelas Kepala Dinkes Jatim Dr Erwin Astha Triyono, Jumat (2/12/2022).

Dr Erwin Astha Triyono mengungkapkan bahwasannya upaya penemuan kasus HIV terus ditingkatkan dengan melibatkan peran serta masyarakat, yaitu melalui kegiatan penjangkauan yang dilakukan LSM. Di samping itu program HIV juga menetapkan sasaran pemintaan tes HIV pada ibu hamil, pasien TBC, pasien IMS, pasien dengan gejala penurunan kekebalan dan warga binaan pemasyarakatan.

Baca juga : MUI Sebut Goyang Pargoy Haram, Begini Alasannya

Dikutip dari beritajatim.com dari hasil pemeriksaan HIV yang dilaksanakan di Jatim telah ditemukan 6.145 Pasien HIV baru sampai dengan Oktober 2022, dan kasus kumulatif sebanyak 84.959 kasus. Dari kasus yang ditemukan tersebut sebanyak 23.230 pasien yang saat ini mendapatkan terapi ARV.

“Masih terdapat kesenjangan antara jumlah kasus yang ditemukan dengan jumlah kasus yang diterapi ARV. Hal ini karena banyak pasien yang telah meninggal maupun putus berobat.” ungkap Erwin.

Untuk meningkatkan akses dari terapi ARV pada ODHIV (Orang dengan HIV), Pemprov Jatim telah meningkatkan unit layanan testing HIV di puskesmas dan RS se-Jatim, yaitu dari 1.178unit layanan di tahun 2021 menjadi 1.380unit layanan di tahun 2022. Selain itu juga telah meningkatkan jumlah layanan terapi ARV, dari 380unit layanan di tahun 2021 menjadi 420 layanan hingga September 2022.

Baca juga : Surabaya Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

Erwin menegaskan bahwasannya mengakhiri AIDS di Indonesia tahun 2030 adalah tugas semua pihak, yaitu seluruh jajaran pemerintah, pemerintah daerah kalangan swasta, dunia usaha, akademisi, media, serta komunitas.

“Marilah momentum ini kita gunakan untuk menggerakkan seluruh masyarakat agar menyukseskan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS di Indonesia serta kita tingkatkan komunikasi, koordinasi, kolaborasi, integrasi dan sinergi dalam mecapai Ending AIDS tahun 2030,” pungkasnya. (mel/nat)