Wabup Targetkan Kemiskinan Tahun 2019 Turun 1 Persen

kabartuban.com – Pemerintah Kabupaten Tuban terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Tuban. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Tahun 2017 angka kemiskinan Bumi Wali mencapai 16,50 persen dan menempati rangking 5 di Jawa Timur.

Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tuban tahun 2016-2021, bahwa setiap tahun ditargetkan pengurangan angka kemiskinan rata-rata 1 persen, dengan berangkat dari kondisi riil kemiskinan saat ini (tahun 2017) sebesar 16,50 persen. Tahun 2018, angka kemiskinan ditarget turun menjadi 15,50 %, tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Tuban memasang target penurunan angka kemiskinan menjadi 14,50 % dan pada tahun 2019 targetnya menjadi 13,50 %, selanjutnya pada tahun 2021 yang merupakan akhir pelaksanaan RPJM yang juga berarti akhir Jabatan Bupati dan Wakil Bupati angka kemiskinan ditarget sebesar 12,50%.

Untuk merealisasikan penurunan angka kemiskinan, dalam dokumen RPJMD tertulis beberapa strategi-strategi dan rencana program sasaran. Secara eksplisit kebijakan penurunan angka kemiskinan tertuang dalam Misi ke 4 dalam RJPMD, yaitu “Meningkatkan Kesejahateraan Masyarakat yang Merata dan Berkeadilan”. Tujuan yang ingin dicapai dalam misi tersebut adalah, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merata dan berkeadilan, mempercepat dan memperluas penanggulangan masalah sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemda Tuban menyusun 2 indikator, yaitu (1). Indeks Pembangunan Manusia (IPM), (2). Angka Kemiskinan.

“Ya kita targetkan tahun depan turun satu persen dan mudah-mudahan lebih,” ujar Wabup, Noor Nahar Hussein kepada awak media, Senin (12/11/2018).

Menurutnya, begitu kompleks permasalahan yang terjadi pada kemiskinan, maka perlu adanya perhatian khusus untuk mengatasinya. Karena ketika mengentaskan suatu kelompok masyarakat yang satu dengan lainnya, yang asalnya rentan miskin menjadi miskin.

“Terkadang kita entas suatu kelompok masyarakat yang satunya, Namun yang asal rentan miskin menjadi miskin, ini perubahannya dinamis sekali,” tambah mantan Ketua PCNU Tuban ini.

Sedangkan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tuban tahun 2019 yang telah disahkan bersama DPRD setempat sebesar Rp2,4 Triliun. Dari angka tersebut, 40 persen masih menjadi fokus Pemkab pada bidang Insfratruktur seperti Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang dianggarkan Rp70 Miliar dan Tuban Sport Centre sebesar Rp12-14 miliar.

“Insfratruktur sebesar 40 persen sisanya untuk kesehatan dan pendidikan, terangnya. (Dur) 

Populer Minggu Ini

Desa Digital di Tuban Dikeluhkan: Bayar Mahal, Internet Justru Lemot

kabartuban.com - Program internet gratis atau Desa Digital di...

DPRD Tuban Semprot Rencana RTH, Dinilai Belum Mendesak, Infrastruktur Jalan Lebih Prioritas

kabartuban.com - Rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di...

Bupati Klaim LPG 3 Kg Clear, Warga Masih Harus Berburu dengan Harga 25 Ribu

Editorial – Mentari pagi belum tinggi, namun panas terik sudah...

Aksi Senyap Pembalak Liar Terbongkar, Polisi-Perhutani Amankan Kayu Jati Ilegal

kabartuban.com - Upaya penindakan terhadap praktik penebangan liar di...

Kebijakan Berubah Setelah Di Protes Warga: Rekrutmen SPPG Rengel Disorot Minim Transparansi

kabartuban.com - Polemik rekrutmen tenaga kerja di Satuan Pelayanan...

Artikel Terkait