Ular Kobra Teror Warga di Tiga Kecamatan

kabartuban.com РSejumlah ular kobra meneror warga beberapa daerah di Kabupaten Tuban. Keberadaan hewan melata ini, meresahkan  warga. Sebab baik anakan, maupun indukanya mulai masuk ke permukiman warga.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, sementara ini sebanyak 3 lokasi ditemukan ular kobra. Pertama, di dalam sumur milik Anggi (24) warga Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, untungnya ular berbisa sepanjang satu meter berhasil dievakuasi BPBD Tuban.

Selanjutnya, seekor indukan ular kobra dan dua ekor anaknya juga meneror permukiman warga di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang. Menurut keterangan warga sekitar, ular itu muncul sejak Sabtu (18/1/2020) sore. Dari 3 ekor ular yang diburu warga, 1 di antaranya berhasil ditangkap.

Kemudian, pada Minggu (19/1/2020) sore, ular kobra kembali muncul ke pemukiman warga. Beruntung warga kembali berhasil menangkapnya. Sedangkan, indukannya masih bisa kabur dan diduga bersembunyi di sarangnya.

“Sampai saat ini warga masih khawatir, karena indukannya belum ditemukan dan masih berkeliaran,” ¬†ujar Anggun Priyo Utomo (30) warga Desa Kesamben saat ditemui, Selasa (21/1/2020).

Warga berharap ada tindakan dari pemerintah terkait adanya ular kobra yang masuk ke permukimam warga.

“Semoga saja tidak ada korban adanya ular kobra ini,” harapnya.

Terakhir di Dusun Klampok, Desa Prunggahan Kulon. Di lokasi ini, ditemukan 6 ular anakan kobra pada Senin (20/1/2020) pagi. Ivan Bastian, warga setempat mengaku mengetahui munculnya ular setelah sholat subuh di dekat rumahnya.

Pada saat itu anakan ular sedang dibuat mainan oleh seekor kucing. Dari situlah, kemudian Ivan bersama tetangganya mencari ular yang lain. Dengan dibantu pawang, sebanyak 5 ular anakan kobra berhasil ditangkap.

“Sempat memanggil BPBD juga, tapi belum ketemu. Akhirnya memanggil pawang ular dan ditemukan 5 ekor anak ular kobra,” ujar Ivan.

Ia menceritakan, sebelum ular berhasil ditemukan, pawang ular menabur garam, karbit, dan obat serangga di sekitar lubang yang diduga dijadikan sarang ular. Setelah beberapa waktu, anakan ular keluar dan berhasil ditangkap.

Kendati demikian, warga masih merasa cemas karena diperkirakan masih ada indukan.

“Khawatir mas, karena di sini juga banyak anak-anak kecil,” pungkasnya. (Dur/Rul)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close