Kecewa Slank Gagal Manggung di Tuban, Komunitas Slanker Buat Acara Tribute to Slank Bersama Sinata FM

1150


kabartuban.com – Kekecewaan RONGGOLAWE SLANKERS COMMUNITY (RSC) sedikit terobati setelah Band kesayanganya batal manggung di Tuban sekitar 2 (dua) bulan yang lalu dengan alasan faktor perijinan dari kepolisian. Radio anak muda di bumi Ronggolawe SINATA FM (Si FM) menggelar acara On Air Tribute to Slank bersama RSC , sabtu (05/05/12) pada pukul 19.00 – 21.00. Demikian dikatakan Ketua RSC Tuban Teguh Sunyono kepada kabartuban.com

Acara Live ON AIR yang dikemas dalam rubrik Jalan-Jalan Malam Minggu (JJMM) selain dapat didengarkan radio manual atau radio elektronik biasa, acara tersebut juga bisa diakses masyarakat dunia melalui radio internet. Arifin penyiar Radio Sinata FM mengatakan Antusias Slankers ronggolawe patut di acungi jempol karena hanya bermodalkan sekali SMS dari ponsel Bang Teguh “Ketua Umum RSC” 1 (satu) jam sebelum acara dimulai sudah terkumpul sekitar ± 100 Slankers dari berbagai Kecamatan (belum termasuk BP / keamanan dari RSC) yang datang.

Teguh mengatakan sayangnya Radio Sinata FM mengundang dan memberitahukan acara tribut to slank ke Komunitas Slanker Tuban secara mendadak. “Jika tidak, dimungkinkan ratusan anggota RSC dipastikan akan memenuhi jalanan lokasi event ini diadakan,” tutur pria berambut panjang yang biasa dipanggil Bang Teguh dengan logat bicaranya yang santai.

Teguh mengungkapkan anak-anak slank Tuban menikmati bersama lagu-lagu MP3 SLANK. Sebagian lagu lain dinyanyikan langsung oleh slankers sendiri seperti, Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Gara-Gara Kamu, Orkes Sakit Hati, I Miss U But I Hate U dan puluhan lagu yang lain.

Dengan menggunakan bahasa slenge’an, Teguh menceritakan saat wawancara On Air dengan Arfin, Teguh berusaha menyakinkan ke pendengar radio bahwa Slankers penampilannya saja yang urakan namun Slankers bukan biang rusuh. Tuguh menggemari karakter seorang Slankers yang polos apa adanya, pekerja keras, berjiwa sosialis, bukan anak Mami. “Slankers dituntut untuk selalu berkreatifitas, yang terpenting Slankers berdiri di atas semua golongan, jadi siapapun bisa dan boleh masuk dalam kelompok kita asal mematuhi peraturan kode etik dari Slankers pusat Jakarta,” ujar Teguh

Terakhir sebelum acara usai kepada kabartuban.com Anggota RSC Muslik mengatakan tentang kami bergerak untuk kegiatan sosial dan music dan kami sudah sering lakukan penggalangan dana buat korban bencana alam, penanaman pohon, aksi peduli AIDS, konsultasi NARKOBA bareng beberapa komunitas di Tuban. Pokoknya banyak deh. (zen)