kabartuban.com – Permintaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk ritel laris manis di pasar. Buktinya, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk cabang Tuban sudah kehabisan plafon pada bulan Maret lalu, akibatnya para nasabah yang telah mengajukan kredit harus menunggu hingga bulan ini baru bisa terealisasi.
“2,5 bulan plafon kami sudah habis, tepatnnya tanggal 11 maret, namun kita tetap terima berkas yang diajukan oleh nasabah,” terang Endang Dwi Siwi selaku AO BRI cabang Tuban saat ditemui diruangannya, Rabu (14/6/2016).
Endang melanjutkan, karena target KUR ritel telah melampaui target, maka penyaluran KUR ritel harus dihentikan dulu hingga mendapat tambahan platform dari pemerintah.
“Target KUR ritel dari pemerintah pusat Rp 6 triliun, padahal itu target satu tahun, makannya BRI minta tambahan plafon lagi ke pemerintah, dan ketika disetujui baru kita kerjakan lagi, akhirnya dari Maret sampai sekarang numpuk,” paparnya.
Dikatakan oleh Endang, target dari KUR ritel untuk tahun 2016, senilai Rp 20 Miliar, namun sampai bulan ini plafon tersebut sudah habis dengan jumlah debitur 100 lebih.
“Jumlah nasabah yang baru kita kerjakan lagi ada 50 nasabah, dan baru 4 yang terealisasi, dan minggu ini kita akan merealisasikan untuk 10 nasabah,” jelasnya.
Menurutnya, dari jumlah debitur tersebut diantaranya untuk usaha palawijo, perikanan, peternakan, dan dan petani tebu.
“Paling banyak dari petani tebu, mulai dari daerah Jatirogo, Tambakboyo, Bancar, dan kita juga sampai ke daerah Rembang, karena petani sana sudah banyak yang bekerja sama dengan pabrik gula ngimbang, jadi luar biasa,” tutup Endang. (har)
